RADARSOLO.COM-Jokowi melaporkan tudingan ijazah palsu yang diarahkan kepadanya ke Polda Metro Jaya, Rabu (30/4/2025).
Mereka yang dilaporkan ke polisi disebut-sebut yakni Roy Suryo, Rismon Sianipar, Rizal Fadilah, dan Dokter Tifa.
Di hari yang sama, muncul penggalangan dukungan terhadap Roy Suryo, Rismon Sianipar, Riza Fadilan, dan Dokter Tifa.
Video penggalangan dukungan diunggah akun @yaniarsim di akun media sosial X.
Dalam unggahan video tersebut ditulis caption:
Deklarasi dukungan untuk :
@KRMT_RoySuryo, @SianiparRismon, @DokterTifa, dan Rizal Fadilah lawan narasi pecah belah anak bangsa & tuntut audit forensik ijazah Jokowi.
Sudah 535 orang yg mendaftar. Jika anda ingin bergabung daftar di +62 877 7553 7533.
Kegiatan tersebut disebut digelar di Gedung Juang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2025).
Roy Suryo, Rismon Sianipar, Riza Fadilan, dan Dokter Tifa tampak hadir dalam kegiatan tersebut.
Diketahui, Jokowi datang langsung ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan tudingan ijazah palsu yang diarahkan ke dirinya, Rabu (30/4/2025).
Jokowi tiba di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya sekitar pukul 09.50.
Baca Juga: Serentak Laporkan Tudingan Ijazah Palsu: Jokowi ke Polda Metro Jaya, Relawannya ke Mapolresta Solo
Selesai di SPKT, Jokowi menuju gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Jokowi keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 12.25 dan memberikan keterangan kepada wartawan.
"Ini sebetulnya masalah ringan, urusan tuduhan ijazah palsu. Tapi perlu dibawa ke ranah hukum, agar semuanya jelas dan gamblang," kata Jokowi seperti dikutip dari Antara.
Jokowi memilih lapor langsung ke polisi karena karena sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
"Kan dulu masih menjabat, saya pikir sudah selesai. Ternyata masih berlarut-larut, jadi lebih baik dibawa ke ranah hukum," tambahnya.
Sementara itu, di waktu hampir bersamaan, Relawan Alap-Alap Jokowi melaporkan kasus yang sama ke Mapolresta Solo.
Laporan Relawan Alap-Alap Jokowi ke polisi juga mencakup dugaan penghasutan, pencemaran nama baik, serta fitnah terhadap Jokowi.
"Jadi sesuai dengan arahan ketum kami, kita melapor di tiga wilayah. Antara lain di sini (Mapolresta Solo), Polres Sleman, serta Mapolresta Semarang secara bersama-sama hari ini," tutur Lalang Wardiyanto, pengurus Relawan Alap-Alap Jokowi.
Beberapa nama yang dilaporkan ke polisi antara lain Roy Suryo, Rizal Fadilah, Tifauzia Tyassuma atau yang sering dipanggil Dokter Tifa, serta Rismon Sianipar.
"Kami menilai apa yang mereka lakukan sudah masuk penghasutan serta pencemaran nama baik," ungkap Lalang.
"Kami laporkan di tiga polres karena ini merupakan rangkaian dari yang ada di UGM hingga kejadian di rumah (Kelurahan) Sumber. Kemudian untuk di semarang karena posko kita berpusat di sana. Untuk bukti yang kami serahkan 10 eksemplar print out berita serta satu flashdisk berisi video," lanjutnya.
Sementara itu, mediasi perdana gugatan perdatan ijazah palsu Jokowi di PN Solo, Rabu (30/4/2025) berakhir deadlock.
Pantauan radarsolo.com, mediasi yang dimulai sekitar pukul 10.00 digelar secara tertutup.
Mediasi yang dipimpin Guru Besar Bidang Keperdataan UNS Adi Sulistiyo berlangsung selama 1,5 jam.
Belum ada kesepatakan antara penggugat dan kuasa hukum para tergugat. (wa)