RADARSOLO.COM - Institut Teknologi Bandung (ITB) buka suara terkait salah satu mahasiswa aktifnya berinisial Lucas Valentino Nainggolan diduga jadi joki di Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2025.
Nama Lucas Valentino Nainggolan mendadak viral di media sosial setelah wajah dirinya muncul di banyak kartu peserta UTBK SNBT.
Dari data resmi di Pangkalan Data Perguruan Tinggi, Lucas Valentino Nainggolan juga tercatat sebagai mahasiswa di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Ia masuk sebagai mahasiswa pada 1 Agustus 2018 dan mengambil jurusan Teknik Elektro.
Lucas Valentino Nainggolan pun masih berstatus sebagai mahasiswa aktif hingga Semester Genap 2024/2025
ITB lewat Direktur Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Dr. N Nurlaela Arief mengatakan bahwa betul Lucas merupakan mahasiswa aktif yang ada di ITB.
"Dalam konferensi pers tersebut, disebutkan bahwa LVN terlibat dalam praktik perjokian di sejumlah pusat pelaksanaan UTBK. ITB mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan benar merupakan mahasiswa aktif ITB," kata Nurlaela di Bandung, Kamis (1/5/2025).
ITB menyebut bahwa kejadian tersebut tak terjadi di pusat UTBK ITB.
Pihaknya menyesalkan kejadian tersebut karena harusnya mahasiswa bisa junjung tinggi etika.
"ITB sangat menyesalkan bahwa hal itu dilakukan oleh seorang mahasiswa yang seharusnya menjunjung tinggi etika akademik. Untuk itu, dengan segera kami melakukan langkah-langkah penegakan aturan akademik dan kemahasiswaan," ujarnya.
ITB sudah membentuk Komisi Pelanggaran Akademik dan Kemahasiswaan untuk menindaklanjuti pemeriksaan kasus ini.
Komisi ini bakal bertugas periksa dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan.
"Jika terbukti maka Komisi akan merekomendasikan sanksi sesuai dengan ketentuan," katanya lagi.
Terkait dugaan tindak pidana oleh LVN, menurut dia, pihaknya menyerahkan penanganan tersebut kepada pihak kepolisian.
"ITB berkomitmen menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, tanggung jawab akademik, serta senantiasa berupaya menjaga kepercayaan publik dan mendorong terciptanya budaya akademik yang jujur, bersih, dan beretika," tuturnya.(np)
Editor : Nur Pramudito