RADARSOLO.COM – Kompas TV jadi sorotan publik setelah resmi menghentikan program Kompas Sport Pagi pada Rabu (30/5/2025).
Acara berita olahraga yang telah hadir menemani pemirsa selama hampir 12 tahun ini mengudara terakhir kali dalam suasana emosional.
Salah satu momen yang viral adalah ketika Gita Maharkesri, presenter senior Kompas TV, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan salam perpisahan.
Potongan video siaran itu cepat menyebar di media sosial dan jadi viral, memicu simpati dan keprihatinan netizen.
"Tak terasa inilah akhir perjalanan panjang Kompas Sport Pagi selama hampir 12 tahun. Kami hadir menemani Anda dengan berbagai macam berita olahraga, baik dari dalam maupun luar negeri, serta kabar inspiratif dari atlet kebanggaan Indonesia dan dunia," tuturnya sambil menahan haru.
Video perpisahan haru ini menjadi viral di berbagai platform digital.
Banyak netizen yang menyebut momen ini sebagai tanda berakhirnya era TV berita konvensional di tengah gempuran media digital.
"Ini terkait perubahan pola masyarakat mengakses informasi sih. Dari yg sebelumnya lewat TV sekarang lewat HP," cuit akun X @PartaiSocmed, yang komentari fenomena layoff sejumlah perusahaan media di Indonesia.
Profil Kompas TV
Kompas TV merupakan jaringan televisi swasta nasional di bawah naungan PT Cipta Megaswara Televisi, bagian dari KG Media, anak usaha Kompas Gramedia.
Resmi diluncurkan pada 9 September 2011, Kompas TV awalnya menayangkan berbagai program hiburan, talkshow, dokumenter, dan tayangan inspiratif.
Namun, sejak 2016, Kompas TV mulai bertransformasi menjadi stasiun televisi berita, mengusung slogan “Independen Terpercaya”.
Fokusnya bergeser ke penyajian konten faktual, aktual, dan mendalam seputar peristiwa nasional dan internasional.
Tahun 2017 menjadi tonggak penting ketika Kompas TV meluncurkan logo baru yang lebih minimalis dan profesional, menggantikan logo warna-warni sebelumnya.
Langkah ini mencerminkan komitmen memperkuat identitasnya sebagai media berita terpercaya.
Hingga kini, Kompas TV dikenal luas lewat berbagai program berita unggulan seperti Kompas Petang, Kompas Siang, Kompas Pagi, dan Kompas Malam.
Selain berita, beberapa program hiburan seperti Stand Up Comedy Indonesia tetap dipertahankan.
Gelombang PHK dan Efisiensi di Balik Layar
Penghentian Kompas Sport Pagi memicu spekulasi publik mengenai gelombang efisiensi di tubuh Kompas TV.
Dugaan adanya layoff atau PHK massal semakin menguat setelah beredar kabar bahwa ratusan karyawan terkena dampaknya.
Fenomena ini bukan hanya terjadi di Kompas TV.
Tren PHK massal juga melanda sejumlah media nasional lainnya, seiring pergeseran konsumsi informasi publik ke platform digital dan media sosial.
Berkurangnya pendapatan iklan di sektor televisi konvensional menjadi salah satu pemicu utama.
Keputusan menutup program Kompas Sport Pagi disebut sebagai bagian dari strategi restrukturisasi konten untuk menyesuaikan model bisnis dengan kebutuhan konsumsi informasi di era digital. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria