Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral World App dengan Iming-iming Imbalan Uang Tunai Usai Scan Retina Mata, Picu Kekhawatiran Netizen: Berbahayakah?

Syahaamah Fikria • Minggu, 4 Mei 2025 | 02:46 WIB
Proses verifikasi identitas seseorang mengunakan Orb pada World.
Proses verifikasi identitas seseorang mengunakan Orb pada World.

RADARSOLO.COM - Sebuah aplikasi bernama World App mendadak viral di media sosial setelah menawarkan imbalan uang tunai kepada pengguna yang bersedia melakukan pemindaian atau scan retina mata.

Fenomena ini menarik perhatian publik karena dinilai menggiurkan sekaligus mengundang pertanyaan soal keamanan data biometrik.

World App diketahui merupakan bagian dari proyek Worldcoin, yang dikembangkan dengan misi membangun identitas digital global melalui teknologi pemindaian iris mata.

Pengguna yang mendaftar dan mengikuti proses verifikasi identitas berbasis retina berhak menerima imbalan berupa aset digital yang dapat dikonversi menjadi uang tunai.

Di beberapa lokasi, terutama di wilayah Jabodetabek seperti Bekasi, imbalan yang diterima peserta disebut-sebut bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 800 ribu per orang.

Prosesnya melibatkan registrasi aplikasi, datang ke titik pemindaian resmi, dan menunggu transfer dana ke rekening pribadi dalam waktu 1x24 jam.

Namun di balik popularitasnya, World App menuai kekhawatiran dari sebagian warganet.

Salah satu pengguna X dengan akun @jackjackparrr mengungkapkan kegelisahannya.

Ia menyebut bahwa kehadiran World App di Indonesia bisa menjadi celah serius dalam jual beli data biometrik warga negara.

"Ngomong asing mulu, ini kita diserang asing terang-terangan loh, jual beli data biometrik retina secara terbuk dan nggak ada satupun pemerintah buka suara padahal cabang sudah dimana-mana dan rakyat minim informasi," tulis dia.

Ia juga menyoroti bahwa beberapa negara lain telah memblokir layanan World App karena masalah privasi.

Sementara di Indonesia, aplikasi ini justru tumbuh pesat.

Ia memperingatkan bahwa di masa depan, penggunaan biometrik retina untuk akses ke rekening bank, asuransi, dan layanan lainnya bisa menjadi bumerang jika data telah bocor ke pihak asing.

"Bayangin beberapa tahun lagi akses serba pakai biometrik retina dan data sudah dijual duluan ke asing. Jangan aneh akan bermasalah di masa depan akibat data pribadi identitas, rekening, bahkan asuransi sudah diakses bahkan dipakai orang lain secara tidak bertanggung jawab," papar dia.

Kekhawatiran yang sama juga ramai diungkapkan netizen.

"Jangan mau coy, 800 ribu data retina lu diambil, kita gak tahu hal busuk apa yang akan dilakukan dengan data kita itu. Jangan samain sama data KTP kita yang emang sudah bocor kemana-mana, data retina jauh lebih privasi dan bahaya," cuit @hupgupta.

Meski begitu, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait fenomena World App ini. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#worldcoin #viral #retina mata #imbalan #Aplikasi #world app #Scan