Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral di Media Sosial! Tangis Pedagang Pecah saat Bertemu Seniman Pembuat Tugu Biawak di Wonosobo, Ternyata Ini Alasannya

Nur Pramudito • Senin, 5 Mei 2025 | 17:53 WIB
Viral di media sosial! Seorang pedagang yang menangis haru saat Bertemu seniman pembuat tugu Biawak di Wonosobo, Ternyata sampaikan hal ini
Viral di media sosial! Seorang pedagang yang menangis haru saat Bertemu seniman pembuat tugu Biawak di Wonosobo, Ternyata sampaikan hal ini

RADARSOLO.COM - Viral di media sosial dan mencuri perhatian publik, tugu biawak raksasa di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ternyata membawa berkah bagi warga sekitar.

Salah satunya dirasakan langsung oleh seorang pedagang yang menangis haru saat mengucapkan terima kasih kepada seniman pembuat tugu tersebut.

Momen menyentuh itu terekam dalam video yang diunggah media sosial TikTok @pianofficial21 pada Minggu, 4 Mei 2025.

Dalam video di media sosial itu terlihat sang pedagang menjabat tangan sambil memeluk seniman Rejo Arianto sambil menangis.

Ia mengaku bersyukur karena sejak tugu biawak viral, dagangannya yang semula sepi kini justru ramai pembeli.

Lokasi berjualannya yang berdekatan dengan patung biawak realistis tersebut membuatnya ikut kecipratan rezeki dari para pengunjung yang datang untuk berfoto dan melihat langsung karya seni unik itu.

Patung biawak setinggi 7 meter itu memang menjadi daya tarik baru di jalur nasional Wonosobo–Banjarnegara.

Banyak pengendara maupun warga yang sengaja berhenti untuk melihat dari dekat tugu biawak yang disebut-sebut nyaris menyerupai aslinya, lengkap dengan tekstur kulit dan sorot mata yang hidup.

Patung ini dibuat oleh Rejo Arianto, lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Meski awalnya hanya berencana membuat patung setinggi 3 meter, anggaran yang mencukupi membuatnya berani meningkatkan skala hingga 7 meter.

Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar satu setengah bulan, dengan bagian utama diselesaikan hanya dalam satu minggu.

"Kalau tahu prosesnya, saya ngawali aja sampai berhutang. Kalau ditulis Rp50 juta lalu ‘wuih banyak sekali’, padahal apapun kalau berpikirnya tidak cukup maka tidak cukup. Tapi saya minta kepada Pak Bupati mohon maaf saya dimandatkan dana seadanya," ujar Rejo.

Ia menegaskan bahwa seluruh biaya pembangunan patung berasal dari program CSR Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Wonosobo, bukan dari dana desa.

Tugu biawak ini merupakan karya ketiga Rejo setelah sebelumnya membuat patung Ganesha untuk sebuah kafe dan patung kuda.(np)

Editor : Nur Pramudito
#tangis #media sosial #Rejo Arianto #tugu biawak #wonosobo #pecah #pedagang