Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Hendropriyono Ungkap Perjuangan Hercules, Rela Kaki Buntung dan Punya Jasa Besar Untuk Indonesia

Nur Pramudito • Senin, 5 Mei 2025 | 20:53 WIB
AM Hendropriyono bicara soal kasus Hercules , ia mengungkap Perjuangan Hercules: Rela Kaki Buntung dan Tetap Setia Kepada Indonesia
AM Hendropriyono bicara soal kasus Hercules , ia mengungkap Perjuangan Hercules: Rela Kaki Buntung dan Tetap Setia Kepada Indonesia

RADARSOLO.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono menyebut sosok Hercules memiliki jasa yang cukup besar untuk Indonesia terutama dalam perang Timor Timor.

Hal ini diungkap Hendropriyono melihat banyaknya bullyan dan cacian yang diarahkan kepada Hercules.

Hendropriyono mengatakan Hercules salah satu sosok yang tetap memilih setiap kepada Indonesia.

Bahkan ikut membantu tentara Indonesia dalam perang melawan pasukan Fretelin.

"Dalam kebersamannya dengan kita di medan pertempuran, sampai kakinya buntung," terang Hendropriyono.

AM Hendropriyono menilai Hercules tidak akan berada dalam dunia kekerasan jika tidak terpaksa demi mempertahakan hidupnya.

"Kalau dia bisa milih, dia tidak akan menjadi preman. Tapi dia menjadi preman karena tidak ada orang yang mau terima dia kerja dengan kaki buntung, tangan buntung dan mata satu (yang sehat). Mungkin tidak ada jalan lain kecuali jalan preman. Itu kan yang harus kita lihat," ujar Hendropriyono.

Meski demikian, Hendropriyono menyarankan ahar Hercules harus bisa memperbaiki diri dan memperbaiki organisasinya.

Hendropriyono menilai sikap Hercules yang seperti ini sebenarnya tidak lepas dari kondisi sosial masyarakat yang terjadi di sekitarnya.

"Namun yang bisa memperbaiki kan dirinya sendiri. Dia jadi kayak begini kan akibat dari kondisi dari sosial masyarakat juga yang membentuk dia jadi seperti ini," jelasnya.

Meski demikian AM Hendpriyono juga berpendapat bahwa perubahan tidak bisa dilakukan seorang diri tanpa dukungan dan binaan dari pihak lain.

Untuk itu, Hendropriyono berpendapat bahwa masyarakat juga harus memberi dukungan serta pembinaan terhadap perubahan yang bersifat baik.

"Rasanya dia itu patut merubah organisasinya menjadi sebagaimana diharapkan para purnawirawan dan rakyat. Semua juga tidak suka preman. Dia juga kalau disuruh milih mau jadi preman atau nggak, pasti pilih nggak," kata Hendropriyono.

"Jadi ini juga kita perbaiki, kita ajarkan bagaimana caranya merubah diri. Dia juga kan sudah minta maaf ya kalau saya nggak keliru. Saya rasa dia harus memperbaiki diri dan kita juga berkaca diri mengapa hal ini bisa terjadi. Kembali ke kita saja," pungkasnya.(np)

Editor : Nur Pramudito
#tni #jenderal #indonesia #Purnawirawan #preman #hercules #am hendropriyono