RADARSOLO.COM - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Alamudin Dimyati Rois alias Gus Alam meninggal dunia di Rumah Sakit Budi Rahayu Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (6/5).
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadllu wal Fadhilah itu terlibat kecelakaan maut di ruas Tol KM 315 900 jalur A, Desa Karangasem, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, pada Jumat (2/5) dini hari.
Gus Alam sempat dirawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) selama empat hari sebelum menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (6/5) pukul 05.45 WIB.
KH Alamudin Dimyati Rois alias Gus Alam meninggalkan seorang istri yakni Aslikh Rina Ulyaddin, seorang putri bernama Zainab, serta seorang anak yang masih dalam kandungan.
KH Alamudin Dimyati Rois alias Gus Alam menikah dengan pada Aslikh Rina Ulyaddin pada tahun 2020 lalu.
Unggahan terakhir di akun Instagram milik Aslikh Rina Ulyaddin, @aslikhrina dipenuhi dengan ribuan komentar berisi ucapan duka.
Aslikh Rina Ulyaddin mengunggah foto bersama KH Alamudin Dimyati Rois yang sedang melihat Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
Dari foto tersebut terlihat Aslikh Rina Ulyaddin bersandar di bahu Gus Alam.
Aslikh Rina Ulyaddin yang sering disapa Ning pun membagikan obrolan bersama Gus Alam di Masjid Nabawi.
"Sayang, maaf karena aku jadi pendamping njenengan tidak akan pernah bisa sempurna. Bahkan jauh dari kata baik, kita sudah tentu tidak selevel karena Maqom njenengan sudah berada ditahap "ikhlas legowo ridho nerimo tanpa embel2" sedangkan aku masih ditahap "sabar sambil ngomel2". Aku meminta ridho njenengan karena aku melayani dengan penuh kekurangan," tulisnya.
"Level cinta pasangan Suami Istri itu adalah Mawaddah Waa Rahmah.. mungkin kalau mengacu soal kasmaran2 saja, bubar sudah sebuah pernikahan," sambungnya.
"Tapi njenengan selalu mengajarkan acuannya adalah saling memberi dan saling menerima kekurangan," lanjutnya.
"5 Tahun ini kita melewati badai-badai besar pernikahan dan ternyata badai itu bukan berlalu begitu saja justru datang lebih besar membawa kawanannya," tulisnya.
"Semoga, aku selalu dikuatkan oleh "saling" yang selama ini sudah njenengan ajarkan. Semoga "sabarku yang sembari mengomel" itu segera naik kelas jadi "sabar yang nerimo","
"Terimakasih karena njenengan selalu menghargai dan menghormati aku bahkan njenengan tidak pernah sekalipun menaikkan nada suara kepadaku selain urusan2 syariat," jelasnya.
"Terimakasih karena mau memakan masakanku yang sederhana, kadang asin kadang tyada rasa dan terimakasih sudah sebegitu baiknya terhadapku dan anak-anak," ungkapnya.
"Untuk pertama kalinya aku mengatakan dalam sebuah tulisan yang terbaca bagi khalayak bahwa ; Aku amat sangat mencintai, mengasihi, menghormati dan menjunjung tinggi Panjenengan "Suamiku tersayang"," Tutupnya.
Kolom komentar postingan Aslikh Rina Ulyaddin pun berubah menjadi lautan ucapan duka.(np)
Editor : Nur Pramudito