RADARSOLO.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, KH Alamudin Dimyati Rois atau dikenal Gus Alam meninggalkan istri dan satu anak perempuannya usai meninggal karena kecelakaan.
Diketahui, istri KH Alamudin Dimyati Rois yang akrab disapa Gus Alam bernama Aslikh Rina Ulyaddin.
Melalui unggahan Instagramnya, Aslikh Rina Ulyaddin berduka atas kepergian sang suami yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di tol Pemalang Jawa Tengah pada Jumat (2/5/2025) pukul 02.19 WIB lalu.
Alamudin Dimyati Rois mengembuskan napas terakhirnya Selasa (6/5/2025) pukul 05.40 WIB setelah dirawat di rumah sakit Budi Rahayu Pekalongan.
Rina mengenang ucapan sang suami yang sering mengajarkan sebuah keikhlasan.
Diketahui, Alamudin Dimyati Rois menikah dengan Aslikh Rina Ulyaddin di Bantul, DIY, Kamis (30/1/2020) silam.
Dari pernikahannya, Alam dan Rina dikaruniai seorang anak perempuan yang masih kecil.
Rina sendiri memiliki jabatan sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al Fadllu 2 Brangsong Kendal, yang didirikan oleh sang suami.
Rina diketahui seorang putri dari pasangan Dwi Puspa Handaka dan Suaidah, asal Dusun Karang Kulon, Wukirsari, Imogiri, Bantul.
Wanita kelahiran 4 November 1994 memiliki segudang prestasi, antara lain terpilih sebagai Paskibraka Kabupaten Bantul tahun 2010,
Juara I MSQ ( Musabaqah Syarkhil Qur’an ) tingkat propinsi, Juara II Baca Puisi tingkat Kabupaten Bantul, Juara III CCA ( Cerdas Cermat Agama ), tingkat Kabupaten Bantul.
Serta, Juara I Lomba Busana Mataram tingkat Propinsi DI Yogyakarta kategori umum.
Ia merupakan lulusan sarjana Psikologi Fishum UIN Sunan Kalijaga
Pada 2019 lalu, Rina maju dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kini, Aslikh Rina Ulyaddin ditinggal untuk selama-lamanya bersama anaknya oleh sang suami, Alamudin Dimyati Rois yang meninggal dunia setelah alami kecelakaan maut.
Melalui unggahannya, Rina membagikan postingan menyentuh menuliskan obrolan ia dan almarhum suami saat menjalani ibadah di tanah suci, Mekkah.
"Obrolan dalam foto ini ;
"Sayang, maaf karena aku jadi pendamping njenengan tidak akan pernah bisa sempurna. Bahkan jauh dari kata baik, kita sudah tentu tidak selevel karena Maqom njenengan sudah berada ditahap "ikhlas legowo ridho nerimo tanpa embel2" sedangkan aku masih ditahap "sabar sambil ngomel2". Aku meminta ridho njenengan karena aku melayani dengan penuh kekurangan".
Meski pernikahannya baru menginjak 5 tahun, Rina bersyukur selalu diajarkan almarhum untuk saling memberi dan menerima satu sama lain.
"Level cinta pasangan Suami Istri itu adalah Mawaddah Waa Rahmah.. mungkin kalau mengacu soal kasmaran2 saja, bubar sudah sebuah pernikahan. Tapi njenengan selalu mengajarkan acuannya adalah saling memberi dan saling menerima kekurangan. 5Tahun ini kita melewati badai badai besar pernikahan dan ternyata badai itu bukan berlalu begitu saja justru datang lebih besar membawa kawanannya," katanya.
Rina berharap setelah kepergian sang suami, dirinya bisa kuat menjalani takdir hidupnya.
Ia berterima kasih kepada Gus Alam yang selalu sabar dan tidak pernah berkata kasar kepada istri dan anaknya.
"Semoga, aku selalu dikuatkan oleh "saling" yang selama ini sudah njenengan ajarkan. Semoga "sabarku yang sembari mengomel" itu segera naik kelas jadi "sabar yang nerimo". Terimakasih karena njenengan selalu menghargai dan menghormati aku bahkan njenengan tidak pernah sekalipun menaikkan nada suara kepadaku selain urusan2 syariat. Terimakasih karena mau memakan masakanku yang sederhana, kadang asin kadang tyada rasa dan terimakasih sudah sebegitu baiknya terhadapku dan anak anak,
Untuk pertama kalinya aku mengatakan dalam sebuah tulisan yang terbaca bagi khalayak bahwa ;
Aku amat sangat mencintai, mengasihi, menghormati dan menjunjung tinggi Panjenengan "Suamiku tersayang"," tandasnya Rina, pada Selasa (6/5/2025).(np)