Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral Ruko Scan Retina Mata di Depok, Ternyata World App Hanya Ngaku Buka Usaha Ini saat Izin Ketua RT

Syahaamah Fikria • Kamis, 8 Mei 2025 | 04:30 WIB
Heboh di World App iming-iming imbalan uang dengan scan retina mata warga, Kementerian Komunikasi (Kemkomdigi) ambil tindakan
Heboh di World App iming-iming imbalan uang dengan scan retina mata warga, Kementerian Komunikasi (Kemkomdigi) ambil tindakan

RADARSOLO.COM - Salah satu ruko di kawasan Jalan Margonda, Depok, mendadak viral setelah diketahui menawarkan layanan pemindaian atau scan retina mata berbuah imbalan dari aplikasi World App.

Keberadaan ruko ini menimbulkan keresahan di tengah warga karena kurangnya informasi jelas tentang aktivitas yang dilakukan.

Ketua RT setempat, Dadi, membenarkan bahwa pengelola ruko pernah meminta izin untuk membuka usaha di lokasi tersebut.

Namun, saat itu pihak penyewa hanya menyebutkan akan menjalankan bisnis berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).

Di luar itu, pihak penyewa tidak menjelaskan detail layanan yang melibatkan data biometrik dan aktivitas scan retina mata dengan imbalan ratusan ribu rupiah itu.

“Katanya usaha AI, saya pikir ya semacam teknologi biasa. Enggak dijelasin itu buat scan retina atau ngumpulin data pribadi,” ujar Dadi saat ditemui.

Menurut Dadi, dirinya tidak terlalu memahami urusan teknologi.

Sehingga tak menyangka bahwa layanan yang dijalankan berkaitan dengan identitas digital dan pemindaian retina.

Ia menyebutkan bahwa selama dua bulan terakhir, ruko tersebut terlihat ramai dikunjungi warga, terutama anak muda.

Ruko tersebut saat ini dalam kondisi tutup.

Namun, sejumlah warga masih berdatangan untuk mencari tahu lebih lanjut tentang layanan yang sempat ditawarkan.

Minimnya sosialisasi sejak awal membuat banyak warga curiga terhadap potensi risiko keamanan data pribadi.


"Saya ini kan gaptek ya. Kata penyewa itu (pengelola World App) AI bahaya. Sehingga teknologi yang mereka produksi itu menciptakan aplikasi untuk mencegah penyalahgunaan AI," papar Dadi.

Diketahui, layanan scan retina mata tersebut diketahui terkait dengan World App, sebuah platform dompet digital milik Worldcoin.

Aplikasi ini tidak hanya menyimpan aset kripto, tetapi juga memuat World ID.

Yakni identitas digital berbasis biometrik retina yang diklaim sebagai bagian dari teknologi pengamanan dalam era kecerdasan buatan.

Di sejumlah daerah, aktivitas scan retina mata secara sukarela itu ramai diminati warga.

Sebab, mereka akan mendapatkan mendapat imbalan hingga ratusan ribu rupiah dalam bentuk token digital yang bisa diuangkan.

Namun, saat ini pemerintah melalui Kementerian Komdigi telah resmi membekukan izin operasional World App di Indonesia sebagai langkah pencegahan atas dugaan pelanggaran perlindungan data pribadi.

"Pembekuan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi risiko terhadap masyarakat,” kata Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, Minggu (4/5).

Lebih lanjut, Komdigi mengungkap bahwa perusahaan lokal mitra World App, yakni PT Terang Bulan Abadi, belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Serta tidak memiliki izin TDPSE sebagaimana diwajibkan undang-undang.

Sementara itu, Worldcoin sendiri tercatat menggunakan izin TDPSE atas nama perusahaan lain, yaitu PT Sandina Abadi Nusantara, yang tidak terkait langsung dengan kegiatan scan retina mata. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #depok #retina mata #ruko #world app #Scan