Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Profil Try Sutrino, Sosok yang Dapat Hormat dari Presiden Prabowo Sebelum Pidato di Acara Halal Bihalal Purnawirawan TNI AD

Nur Pramudito • Kamis, 8 Mei 2025 | 15:41 WIB

 

Profil Try Sutrisno, sosok yang dapat hormat Presiden Prabowo Subianto sebelum pidato saat acara Halal Bihalal bersama purnawirawan TNI AD
Profil Try Sutrisno, sosok yang dapat hormat Presiden Prabowo Subianto sebelum pidato saat acara Halal Bihalal bersama purnawirawan TNI AD

RADARSOLO.COM - Nama Try Sutrisno, menjadi sorotan publik usai duduk disamping Presiden Prabowo Subianto saat acara Halal Bihalal bersama purnawirawan TNI AD, pada Selasa (6/5/2025).

Presiden Prabowo Subianto hadir dengan mengenakan kemeja safari berwarna krem dan peci hitam Halal Bihalal bersama purnawirawan TNI AD.

Diketahui Prabowo semeja dengan Wapres ke-6 RI sekaligus mantan Panglima ABRI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

Prabowo pun menyalami tokoh-tokoh yang telah menanti di ruangan.

Dia kemudian duduk semeja dengan Wapres ke-6 RI sekaligus Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X.

Prabowo Subianto tampak memberi hormat Try Sutrisno sebelum dirinya berpidato dalam acara Halal Bihalal Purnawirawan TNI AD

Try Sutrisno sendiri merupakan salah satu tokoh yang menandatangani tuntutan pencopotan Wapres Gibran Rakabuming Raka.

Terlepas dari itu, siapa Try Sutrisno lebih jauh?

Profil Try Sutrisno

 

Dikutip dari laman resmi Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI), tni.mil.id, Try Sutrisno lahir di Surabaya, 15 November 1935.

Pria kelahiran 15 November 1935 ini adalah anak ketiga dari pasangan Soebandi dan Mardiyah.

Awal mula karier Try Sutrisno di dunia militer yakni saat ia berusia 21 tahun tepatnya tahun 1956, ia diterima menjadi taruna Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad).

Baru setahun menjalani pendidikan, Try Sutrisno sudah harus ikut berperang di usia mudanya tersebut.

Kala itu, Soeharto yang sudah berpangkat Mayor Jenderal ditunjuk Presiden Soekarno menjadi Panglima Komando Mandala yang berpangkalan di Sulawesi.

Kedekatan antara Try Sutrisno dengan Soeharto terjalin dari tugas tersebut.

Soeharto kemudian terpilih menjadi Presiden kedua RI pada 1968.

Empat tahun setelahnya yakni 1974, Try Sutrisno ditunjuk Soeharto menjadi ajudannya.

Dari situlah karier Try Sutrisno meroket.

Tahun 1978, Try diangkat menjadi Kepala Komando Daerah Staf di Kodam XVI/Udayana.

Setahun kemudian, ia menjadi Panglima Daerah Kodam IV/Sriwijaya.

Empat tahun berikutnya, ia diangkat menjadi Panglima Daerah Kodam V/Jaya dan ditempatkan di Jakarta.

Agustus 1985 pangkat Try Sutrisno dinaikkan lagi menjadi Letnan Jenderal (Letjen).

Saat itu Try Sutrisno sekaligus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) mendampingi KSAD Jenderal TNI Rudhini.

Sepuluh bulan kemudian tepatnya Juni 1986, Try Sutrisno diangkat menjadi KSAD menggantikan Rudhini.

Tak sampai setahun yakni April 1987, dia naik jabatan ke tingkat tertinggi menjadi Jenderal.

Karier Try Sutrisno moncer.

Jabatan KSAD diembannya selama 1,5 tahun hingga pada awal 1988 ia dipromosikan menjadi Panglima ABRI (Pangab) menggantikan Jenderal TNI LB Moerdani.

Try Sutrisno akhirnya memimpin ABRI selama 5 tahun, sejak 1988 hingga 1993.

Ketika itu ABRI masih terdiri dari institusi TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan POLRI.

Banyak peristiwa penting yang terjadi selama Try Sutrisno memimpin, seperti meletusnya kembali pemberontakan GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) di Aceh pada pertengahan 1989 menyusul dibubarkannya Kodam I/Iskandarmuda.

Peristiwa penting lainnya yakni pembantaian Santa Cruz di Timor Timur pada November 1991.

Jadi Wakil Presiden

Try Sutrisno terpilih menjadi Wakil Presiden RI dalam sidang umum Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 1993.

 Ia dicalonkan oleh Fraksi ABRI MPR-RI, mendahului pilihan terbuka dari Presiden Soeharto ketika itu.

Try Sutrisno tercatat menjadi wakil presiden Soeharto yang ketiga dari kalangan militer.

Ia menjabat di kursi RI-2 persis setelah Sudharmono turun tahta.

Tahun 1998 tugas Try Sutrisno sebagai wapres berakhir.

Ia lantas digantikan oleh BJ Habibie yang terpilih sebagai wakil presiden melalui Sidang Umum MPR 1998.

Keluarga dan Anak-anak Try Sutrisno

Istri Try Sutrisno adalah Tuti Sutiawati, atau akrab disapa Mami Tuti yang kini sudah berusia 84 tahun.

Tutu Sutiawati dulunya adalah seorang guru, bersama Try Sutrino ia memiliki 7 anak.

Ketujuh anak Try Sutrisno dan Tuti tersebut adalah Nora Tristyana, Taufik Dwi Cahyono, Firman Santyabudi, Nori Chandrawati, Isfan Fajar Satrio, Kunto Arief Wibowo, dan Natalia Indrasari.

Nama Firman Satyabudi dan Kunto Arief Wibowo menjadi 2 dari 7 anak yang kerap jadi sorotan.

Sebab keduanya kini menjadi petinggi TNI dan Polri.

Kunto Arief Wibowo kini menjadi seorang perwira tinggi (Pati) di dalam TNI Angkatan Darat (AD) berpangkat Mayor Jenderal atau Mayjen TNI.

Di TNI AD, Mayjen Kunto diamanahkan untuk mengemban jabatan sebagai Wakil Komandan Kodiklatad (Wadankodiklatad).

Jenderal bintang dua ini sudah menduduki posisi sebagai Wadankodiklatad sejak Juli 2023.

Sebelum itu, Mayjen Kunto sempat menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi.

Mayjen Kunto Arief Wibowo lahir di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 15 Maret 1971.

Ia adalah anak dari Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno.

Kunto juga memiliki kerabat yang bernama Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu (kakak ipar), Nora Tristyana (kakak), dan Irjen Pol. Firman Santyabudi (kakak).

Ia memiliki istri yang bernama Indira Paramita, SP.

Jenderal asal Malang ini merupaka lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1992.

Karier Kunto telah malang melintang di dalam kemiliteran tanah air.

Berbagai jabatan strategis di insititusi TNI AD sudah pernah diembannya.

Ia tercatat pernah menjabat sebagai Danyonif 500/Raider (2008—2009), Dansatdik Sussarcab Pusdikif Pussenif (2009—2010), dan Kasbrigif 13/Galuh (2010—2012).

Saat berpangkat Kolonel, Kunto sempat menduduki posisi sebagai Danbrigif 6/Tri Shakti Balajaya (2012—2013), Kadep Teknik Akmil (2013—2014), dan Asops Kasdam IX/Udayana (2014—2015).

Selain itu, ia juga pernah bertugas sebagai Pamen Denma Mabesad (2015—2016), Danrem 044/Garuda Dempo (2016—2018), dan Danpuslatpur Kodiklatad (2018).

Pada tahun 2018, Kunto berhasil menyandang pangkat jenderal bintang satu alias Brigjen.

Kala itu, ia didapuk menjadi Danrem 032/Wirabraja.

Setelah itu, ia dimutasi menjadi Kasdam III/Siliwangi pada tahun 2020.

Pada tahun 2021, Mayjen Kunto kemudian kembali naik pangkat menjadi Mayjen.

Ia mendapat promosi jabatan setelah ditunjuk menjadi Pangdivif 3/Kostrad.

Pada tahun 2022, Kunto diangkat menjadi Pangdam III/Siliwangi merangkap Dankogartap II/Bandung.

Kemudian, ia dimutasi menjadi Wadankodiklatad pada tahun 2023.

Sementara itu, anak Try Sutrisno yang lainnya bernama Firman Santyabudi.

Ia diketahui telah resmi memasuki masa pensiun dari Polri.

Firman Saantyabudi mengakhiri masa tugasnya di Korps Bhayangkara dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri.

Firman Saantyabudi lahir di Jakarta, 17 November 1965 sehingga saat ini, usianya sudah 56 tahun.

Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 pernah menjadi Asisten Logistik (Aslog) Kapolri.

Firman Santyabudi sempat menjabat sebagai Kapolsek Metro Menteng dan Wadirlantas Polda Metro Jaya.

Firman juga pernah menjabat sebagai Kepala SPN Lido Polda Metro Jaya pada 2008.

Setahun kemudian, perwira polisi yang berpengalaman dalam bidang lalu lintas ini diberikan tugas menjadi Kapolres Metro Jakarta Selatan.

Pada tahun yang sama, Firman kemudian ditugaskan sebagai Kasubdit Jianmas Ditlantas Babinkam Polri.

Selanjutnya, pada 2011, Firman ditunjuk sebagai Dirlantas Polda Sumatera Selatan.

Kemudian, pada 2012, ia menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Korlantas Polri.

Ia juga sempat menjabat sebagai Kabagrenops Robinops Sops Polri dan Karodalaops Sops Polri pada 2013.

Pada 2014, Firman mengemban tugas sebagai Direktur Kerja Sama dan Humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Berikutnya, pada 2017, ia menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan PPATK.

Sebelum menjabat sebagai Aslog Kapolri pada 2020, Firman merupakan Kapolda Jambi.

Firman lantas ditunjuk menjadi Kakorlantas Polri menggantikan Irjen Istiono yang memasuki masa pensiun.

Penunjukan dituangkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2278/X/KEP./2021 tertanggal 31 Oktober 2021 yang ditandatangani As SDM Polri saat itu, Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri.(np)

Editor : Nur Pramudito
#tni #Prabowo #try sutrisno #presiden #profil #Purnawirawan #halal bihalal