RADARSOLO.COM - Peristiwa kebakaran tragis yang menewaskan tiga balita di Kendari, Sulawesi Tenggara, terus menjadi perhatian publik. Ketiganya merupakan anak dari selebgram muda Siska Amelia (SA), yang diketahui meninggalkan rumah demi membeli makanan bersama pacarnya.
Sebelum api melalap habis bangunan tempat tinggal mereka di Jalan Suprapto, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, kondisi rumah tersebut ternyata dalam keadaan terkunci rapat.
Hal itu diungkap langsung oleh pihak kepolisian, berdasarkan keterangan sejumlah saksi.
Kanit Reskrim Polsek Mandonga, Iptu Andry Irwanto mengatakan, sebelum kejadian, ibu kandung korban alias Siska Amelia hendak berangkat kerja di salah satu gerai handphone (HP).
Namun, sebelum bekerja, Siska pergi membeli makanan di luar bersama kekasihnya.
"Saat itu untuk mengamankan anak-anak balitanya di dalam tentunya pintu tertutup rapat dan dikunci," tutur Andry, Jumat (9/5/2025).
Dikabarkan, Siska Amelia meninggalkan empat anaknya yang masih balita di dalam rumah sekitar 3 jam.
Saat kembali ke rumah, dia mendapati rumah dalam kodisi terbakar dengan empat anaknya masih berada di dalam.
Video Detik-Detik Evakuasi Korban
Rekaman suasana rumah saat dilahap api dan proses evakuasi korban beredar luas di media sosial.
Salah satu video yang viral di TikTok, diunggah akun qwertycdw, memperlihatkan kobaran api besar yang melahap bangunan.
Warga sekitar tampak berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Setelah api berhasil dijinakkan, terlihat petugas pemadam kebakaran dibantu warga mengevakuasi keempat anak korban.
Suasana haru tak terbendung. Isak tangis warga terdengar saat jenazah anak-anak itu dievakuasi dari puing rumah.
Dalam video tersebut, disebutkan bahwa dua balita ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan. Mereka yakni ZK, 1, dan NJ, 2.
Satu lainnya, NW, 2, sempat dilarikan ke rumah sakit namun tak tertolong,
Sementara, satu anak, SN, 4, selamat dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena luka bakar serius.
Kondisi Listrik Rumah Jadi Sorotan
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Namun, dugaan awal mengarah pada gangguan kelistrikan.
“Berdasarkan keterangan saksi, meteran listrik di rumah itu sering bermasalah, seperti jatuh atau kelebihan daya,” ungkap Andry.
Ia juga membantah rumor yang menyebut ibu korban meninggalkan kompor dalam kondisi menyala.
Bahkan, kabar bahwa anak-anak bermain korek api saat ditinggal juga belum bisa dipastikan kebenarannya.
“Beberapa hari sebelum kejadian, memang sempat ada insiden salah satu anak bermain korek hingga membakar bagian gorden. Tapi itu belum tentu jadi penyebab utama,” tambahnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria