Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Cerita Calon Jamaah Haji Termuda dari Wonogiri: Merasa Berangkat ke Tanah Suci bersama sang Bunda 

Iwan Adi Luhung • Selasa, 13 Mei 2025 | 01:56 WIB
Weni Sayekti, 26, menjadi calon jamaah haji termuda asal Wonogiri.
Weni Sayekti, 26, menjadi calon jamaah haji termuda asal Wonogiri.

RADARSOLO.COM-Berangkat menunaikan Rukun Islam kelima di usia muda, tak terbayangkan oleh Weni Sayekti.

Wanita 26 tahun itu menjadi calon jamaah haji (CJH) termuda dari Wonogiri di 2025.

Weni menceritakan, awalnya, Irah, sang ibu dan Pardi, ayahnya, dijadwalkan berangkat haji pada 2024.

Semua persiapan telah dilakukan. Namun takdir berkata lain. Ibunya wafat 7 hari jelang keberangkatan.

"Qadarullah ibu saya sakit mungkin saking banyaknya aktivitas menjelang pemberangkatan haji dan dipanggil Allah satu minggu sebelum pemberangkatan haji," ujarnya, Senin (12/5/2025).

Kala itu, Pardi berangkat sendirian ke Tanah Suci. Karena proses pelimpahan atau pengganti istrinya untuk berhaji butuh proses cukup lama.

Akhirnya, baru tahun ini, Weni menggantikan ibunya berhaji.

Menurut lulusan S1 Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu, perasaannya campur aduk menggantikan sang ibu berhaji. Senang bercampur sedih.

"Harusnya yang berangkat duluan (berhaji) ibu. Tapi tidak kesampaian," jelasnya.

Berhaji di usia muda, lanjut Weni, lebih siap fisik dan psikis.

"Tidak ada anggota keluarga lain yang ikut, jadi saya berangkat sendiri, tidak dengan keluarga" kata warga Kecamatan Giriwoyo itu.

Meski demikian, Weni menganggap CJH lain seperti keluarganya sendiri. Bahkan, sudah seperti orang tuanya.

Baca Juga: Ditanya Soal Kontraknya di Persis Solo, Ternyata Ini Yang Dipikirkan Ong Kim Swee

Dia menghormati, berusaha untuk saling menjaga, dan menjalin kedekatan dengan CJH lain.

"Ya saya anggap ibu sendiri, walau berangkat sendiri tapi terasa berangkat dengan ibu. Jamaah lain baik-baik. Naluri keibuan dari jamaah lain sangat terasa. Saya merasa dianggap satu keluarga," paparnya.

Sejumlah persiapan juga telah dilakukan Weni. Bersama jamaah lain, dia telah mengikuti manasik.

Sementara itu, sejumlah barang milik almarhumah ibunya bakal dipakai Weni ke Tanah Suci. Misalnya baju ihram, mukena hingga baju seragam nasional.

"Barang-barang kebanyakan memang punya ibu saya. Kan memang tahun kemarin hanya tinggal berangkat saja ya. Jadi semuanya barang-barang dilimpahkan ke saya," pungkas Weni. (al/wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#calon jamaah haji #Termuda #cjh #wonogiri #weni sayekti