RADARSOLO.COM - Indonesia kehilangan tokoh senior Betawi, tokoh pencak silat nasional sekaligus mantan tentara yang sangat disegani, Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjoeki Nalapraya.
Eddie meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, pagi ini Selasa 13 Mei 2025, sekitar pukul 9.30 WIB karena sakit.
Eddie Mardjoeki Nalapraya lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 6 Juni 1931.
Karier militer Eddie dimulai ketika dia bergabung ke Detasemen Garuda Putih ketika terjadi Agresi Militer Belanda I pasca Proklamasi Kemerdekaan RI.
Eddie kemudian menjadi Asisten Teritorial Hankam periode 1983-1984 sekaligus menjadiakhir kariernya di dunia militer.
Pangkat Mayor Jenderal (Mayjen) Eddie raih di usia 80 tahun. Eddie tercatat pernah menjadi anggota pasukan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Kongo tahun 1960.
Eddie Nalapraya Tokoh Pencak Silat Nasonal
Dia dikenal sebagai tokoh pencak silat nasional. Eddie meminati olahraga beladiri ini sejak kecil yang kemudian terus dia tekuni hingga remaja.
Di karier pemerintahan dan militer, Eddi terus mendedikasikan hidupnya untuk pencak silat.
Eddie didaulat menjadi Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) DKI Jakarta tahun 1978.
Dia menjadi pencetus berdirinya Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (PERSILAT) di 1980.
Nama Eddie Nalapraya makin harum di pentas pencak silat nasional ketika dia didaulat menjadi Ketua Umum PB IPSI periode 1981-2003.
Sejak saat itu Eddie makin aktif mempromosikan pencak silat ke berbagai negara melalui kegiatan turnamen pencak silat.
Eddie Nalapraya diangkat menjadi Pembina Tim Pencak Silat Road to Unesco dan Olympic periode 2014-2019.
Upaya keras Eddie menghimpun berbagai bahan sejarah tentang pencak silat Nusantara membuahkan hasil diakuinya pencak silat sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda oleh UNESCO pada pertemuan UNESCO 12 Desember 2019 di Bogota, ibukota Kolombia.
Capaian itu diraih berkat kerjasama tim bersama Menteri Pemuda dan Olahraga KMRT Roy Suryo Notodiprojo di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.(np)
Editor : Nur Pramudito