RADARSOLO.COM - Viral kasus dugaan pelecehan seksual gegerkan publik setelah belasan perempuan mengaku jadi korban seorang pria berinisial M, 61, pemilik tempat pengobatan alternatif Saung Dzikir Al Zikra di Pondok Melati, Bekasi.
Bermodus pengobatan spiritual, M diduga melakukan tindakan tak senonoh kepada para pasien wanita sejak bertahun-tahun lalu.
Camat Pondok Melati, Heryanto menyebut, ada 15 perempuan yang mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual pemilik pengobatan alternatif Saung Dzikir Al Zikra tersebut.
“Informasi yang kami terima, peristiwa ini sudah terjadi sejak sekitar tahun 2016. Saat ini 15 orang telah bersedia menyampaikan kejadian yang dialaminya,” ujar Heryanto, Rabu (14/5/2025).
Setelah menerima laporan tersebut, Pemkot Bekasi langsung menyegel lokasi praktik Saung Dzikir Al Zikra pada Kamis (8/5/2025).
Tempat pengobatan alternatif itu disebut tidak memiliki izin resmi, dan kini tengah dalam proses hukum.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan keadilan bisa ditegakkan,” kata Heryanto.
Pengakuan Korban
Usai kasus dugaan pelecehan seksual itu terungkap, satu per satu korban akhirnya berani bersuara.
Mereka pun membuat pengakuan atas tindakan pelecehan yang dilakukan M, dengan modus pengobatan alternatif atau pengobatan spiritual.
Salah satu korban berinisial K, 28, menceritakan pengalaman traumatisnya yang terjadi pada 2016.
Saat itu, ia datang ke Saung Dzikir dengan harapan mendapat bantuan agar suaminya kembali pulang.
Namun, bukannya mendapat pertolongan spiritual, K justru dilecehkan.
K diminta duduk di pangkuan M, kemudian dilecehkan.
K yang merasa curiga pun sempat bertanya kepada pemimpin saung itu.
“Saya tanya, ‘kok begini?’ Tapi dia bilang, ‘memang pengobatannya begitu. Yang lain juga begitu,’” ujar K.
Saat itu, dia mengaku tak berani melapor karena takut dianggap memfitnah dan merasa malu.
Pengakuan sama juga diungkapkan korban lain.
Dalam video yang beredar di medsos, ada korban yang mengaku dilecehkan dengan diminta membuka mulut dan lainnya.
"Awalnya saya diam, mingkem serapat-rapatnya. Terus dia bilang 'buka mulutnya', saya pikir cuma mau ditiup. Tapi kok lama-lama lidahnya masuk," ucap salah satu korban lain.
Kasus Diproses Hukum
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengungkapkan, kasus ini terungkap setelah sejumlah korban mengirimkan pesan langsung ke akun Instagram pribadinya.
“Saya sangat mengapresiasi keberanian para ibu yang bersuara. Ini penting agar tidak ada korban berikutnya,” ujar Tri.
Hingga kini, terduga pelaku M belum diketahui keberadaannya. Namun, pihak kepolisian terus memburu pelaku yang disebut-sebut sebagai tokoh spiritual di lingkungannya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria