RADARSOLO.COM - Kasus dugaan perselingkuhan antara Kepala Desa (Kades)Kendalkemlagi, Lamongan, Iwan Fanani dengan Sekretaris Desa (Sekdes) Ida Nur Hayati masih jadi perbincangan hangat di dunia maya.
Kini, perhatian publik tak hanya tertuju pada dua tokoh utama dalam skandal ini.
Tapi juga mulai mengarah ke sosok suami dari Sekdes Ida Nur Hayati.
Seperti diketahui, Kades Iwan Fanani telah memiliki istri berinisial NK.
Bahkan, NK sudah melayangkan laporan ke Polres Lamongan atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perselingkuhan yang dilakukan sang kades.
Belakangan, informasi menyebut jika Sekdes Ida Nur Hayati ternyata juga telah berkeluarga.
Meski identitas suami dari Ida Nur Hayati belum banyak terungkap ke publik, namun di akun Instagram @cat.warrior.lamongan, ada netizen yang membagikan atau men-spill informasi mengenai sosok suami sang sekdes.
Akun itu membagikan isi pesan langsung dari seorang netizen yang mengaku sebagai mantan kekasih suami Ida Nur Hayati.
Dalam pesan yang dikirimkan melalui direct message (DM), pengirim mengklaim bahwa pria yang kini menjadi suami Ida adalah mantan kekasihnya.
Ia bahkan menyebut bahwa sang pria berselingkuh dengan Ida saat masih menjalin hubungan dengannya.
"Yang cew istrinya mantanku. Dlu masih pacaran sama aku, selingkuh sama cew ini, hahaha," tulis pengirim DM tersebut.
Meski klaim tersebut belum dapat diverifikasi kebenarannya, unggahan tersebut langsung memantik rasa penasaran publik. Bahkan, tak sedikit warga Lamongan yang geram dengan skandal tersebut.
"Wayahe lamongan Bersih" Wong" Ruwet," kata @gimbal_lamo****.
"Guendeng ida iki, bojone keluarga baik2 kok isone selingkuh modelan fanani wkwk," komen @atilla****.
Bupati Lamongan Siap Ambil Tindakan
Sebelumnya, skandal ini mencuat setelah foto mesra Iwan Fanani dan Ida Nur Hidayati tersebar luas di grup WhatsApp ibu-ibu PKK dan pengajian.
Dalam foto itu, mereka diduga tengah berada di kamar hotel dalam kondisi yang tak pantas sebagai pejabat publik.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan telah menerima laporan dari perangkat desa dan tokoh masyarakat.
Ia menegaskan akan menggelar pertemuan khusus dan menyelidiki lebih lanjut.
“Jika terbukti melanggar etika dan tanggung jawab sebagai aparatur desa, akan ada sanksi tegas,” kata Pak Yes, sapaan akrabnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria