RADARSOLO.COM - Kepala Kampung atau Lurah Gunung Agung, Kabupaten Lampung Tengah jadi sorotan usai rumahnya dibakar oleh warga.
Bukan tanpa alasan, penyerangan dilakukan karena ada seorang warga yang tewas dibunuh oleh salah satu kerabat Lurah Gunung Agung.
Pembunuhan seorang warga itu kabarnya berawal dari cekcok perihal penyelewengan bantuan sosial (bansos) yang dilakukan Lurah Gunung Agung.
Viral di media sosial, sebuah akun @k0usushi di media sosial Twitter atau X membagikan kronologi kejadian tersebut.
Tak cuma runtutan kejadian, utas tersebut ternyata juga menguak fakta tentang anak lurah tersebut.
Cukup banyak kesaksian yang dilontarkan warganet tentang anak dari Lurah Gunung Agung yang diketahui bernama Serli Marcell Adi Pratama.
Tak sedikit yang mengaku kenal dengan anak Lurah Gunung Agung itu, bahkan ada yang mengaku pernah jadi korban bully.
Selain itu, Serli juga disebut menerima bantuan PIP yang seharusnya merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah kepada siswa yang kurang mampu.
Belakangan diketahui PIP yang diterima Serli terjadi saat masih duduk di bangku SMA.
Akun @k0usushi juga turut menceritakan kalau Serli pernah mengundang sebuah grup musik Syila Music saat usianya masih 17 tahun.
"Hahaha, pas ultah ke-17 tahun undang Syila Music. Asyik ya, dugem pakai uang warga," tulis akun tersebut di utasnya.
Komentar mengejutkan lain datang dari seorang warganet di media sosial TikTok.
Ia mengaku pernah di-bully oleh Serli anak Lurah Gunung Agung.
"Pantes gaya anaknya hedon banget. Mana duu waktu sekolah jahatnya minta ampun. Sering nge-bully orang juga karena tahu jabatan bapaknya tinggi. Ternyata gaya hedon hasil korup karmanya beneran ada," ungkap warganet.
Warganet itu juga membenarkan kalau Serli pernah mendapat PIP dari sekolah.
"Anaknya juga pernah dapet PIP dari sekolah, padahal keluarganya udah mampu. Sekarang anaknya kuliah di UNILA ambil jurusan Ilmu Pemerintahan," tulis warganet lain.
Yang mengejutkan, Serli masih sempat membuat notes di Instagram setelah rumah ayahnya dibakar warga.
Dalam tangkapan layar yang dibagikan, Serli mengatakan, "Makasih untuk semua atas doa dan semangatnya," (np)
Editor : Nur Pramudito