Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Apa Itu Kemenyan? Viral Usai Gibran Singgung Hilirisasi Kemenyan saat Kunjungan ke Sumut

Syahaamah Fikria • Selasa, 20 Mei 2025 | 04:08 WIB
Pohon dan bunga kemenyan.
Pohon dan bunga kemenyan.

RADARSOLO.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuri perhatian publik, menyusul pernyataannya soal hilirisasi kemenyan saat berkunjung ke Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara (Sumut).

Dalam kunjungannya, Gibran menyampaikan apresiasi atas pengembangan inovasi produk herbal dan hortikultura di kawasan tersebut.

Ia menyoroti program hilirisasi kemenyan, yang menurut dia hal yang tidak biasa. Mengingat istilah hilirisasi selama ini lebih identik dengan komoditas seperti nikel atau batu bara.

"Saya rasa ini sangat luar biasa. Biasanya kita membicarakan hilirisasi nikel dan lain-lain, ini ada hilirisasi kemenyan. Ini sangat mendukung visi Presiden Prabowo Subianto mewujudkan kemandirian pangan nasional," tutur Gibran.

Hilirisasi kemenyan itu pun langsung jadi permbahasan ramai netizen di medsos.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, kemenyan sendiri selama ini sering dikaitkan dengan wewangian yang berbau mistis, ritual dan perdukunan.

Lantas, apa sebenarnya kemenyan?

Selama ini, kemenyan dikenal masyarakat awam sebagai bahan yang erat dengan aroma mistis, ritual tradisional, dan praktik spiritual.

Namun, sebenarnya kemenyan punya nilai ekonomi tinggi dan telah menjadi komoditas ekspor sejak ribuan tahun silam.

Kemenyan berasal dari getah pohon genus Styrax, yang termasuk dalam famili Styracaceae.

Pohon ini tumbuh alami di wilayah Indonesia seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan,

Beberapa spesies yang paling dikenal sebagai penghasil kemenyan antara lain Styrax benzoin, Styrax paralleloneurum dan Styrax tonkinensis.

Getah yang dihasilkan disebut resin benzoin atau incense resin, yang memiliki banyak kegunaan.

Mulai dari bahan baku parfum, campuran dalam produk farmasi, hingga komponen pengawet dan pewangi alami.

Potensi Hilirisasi Kemenyan di Indonesia

Melalui proses hilirisasi, getah kemenyan bisa diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Bukan hanya untuk ekspor mentah, tapi juga untuk industri farmasi, kosmetik, hingga aromaterapi.

Gibran menilai, inovasi ini penting untuk mendorong daya saing tanaman herbal Indonesia di pasar global.

Kemenyan sendiri telah lama diperdagangkan dalam jaringan dagang internasional sejak 5.000 tahun yang lalu.

Bahkan, istilah benzoin diduga berasal dari bahasa Arab “lubbān jāwī” yang berarti setanggi dari Jawa. Hingga kemudian karena jaringan perdagangan Laut Tengah, pengucapannya bergeser menjadi benjawi atau benzoin.

Ciri-Ciri Pohon Kemenyan

Pohon kemenyan bisa tumbuh hingga setinggi 40 meter, dengan batang lurus, berdiameter besar, dan kulit berwarna merah anggur.

Daunnya oval memanjang dengan warna putih keabu-abuan di bagian bawah, dan bunganya mekar antara bulan November hingga Januari.

Dengan adanya hilirisasi ini, diharapkan kemenyan tidak hanya dipandang sebagai simbol spiritual.

Melainkan juga sebagai komoditas potensial dalam rantai ekonomi hijau Indonesia. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#wapres #hilirisasi #kemenyan #gibran rakabuming raka