RADARSOLO.COM - Hari raya Idul Adha 2025 pada tahun ini diprediksi akan jatuh pada Jumat 6 Juni 2025.
Pada hari raya Idul Adha 2025, umat muslim di seluruh dunia akan menunaikan salah satu ibadah penting dalam ajaran islam, yaitu ibadah kurban.
Sejatinya, para ulama sepakat bahwa ibadah kurban merupakan syariat islam yang hukumnya sunnah muakkad.
Di mana ibadah kurban adalah ibadah sunah yang sangat dianjurkan seperti apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umat islam.
Keutamaan ibadah kurban di momen Idul Adha pun banyak dan patut menjadi pertimbangan bagi umat muslim.
Berikut keutamaan ibadah kurban saat Idul Adha sebagaimana dikutip dari lama Baznas:
1. Amalan yang paling dicintai Allah SWT
Dalam hadis riwayat At-Tirmidzi disebutkan bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah pada hari Iduladha selain mengalirkan darah hewan kurban.
Bahkan, setiap bagian dari hewan kurban akan menjadi saksi di akhirat kelak.
"Sesungguhnya darah itu telah sampai kepada Allah sebelum darah itu tumpah ke tanah." (HR. At-Tirmidzi).
2. Meraih Takwa
Ibadah kurban sangat dianjurkan dilakukan oleh umat muslim sebagai sarana meraih takwa.
Dalam Q.S. Al Maidah:7, disebutkan bahwa Allah SWT hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertakwa.
3. Tabungan amal kebaikan
Setiap helai rambut atau bulu dari hewan kurban bernilai satu kebaikan.
Hal ini ditegaskan dalam hadis riwayat Ahmad dan Ibn Majah, yang menyebutkan bahwa pahala berkurban sangat besar hingga tak terhitung.
4. Ibadah kurban akan menjadi saksi di hari akhir
Dalam hadist riwayat Aisya r.a disebutkan bahwa hewan kurna akan datang pada hari akhir atau kiaat membawa tanduk, bulu, hingga kuku sebagai saksi bagi pemiliknya.
Amal ibadah kurban akan terus mengalir membawa manfaat di akhirat.
5. Menguatkan rasa kemanusiaan
Ibadah kurban mengajarkan kepada umat manusia untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama.
Daging kurban yang dibagikan kepada fakir miskin membantu mereka merasakan nikmatnya rezeki.
Ibadah ini membangun rasa kasih sayang dan solidaritas antarumat manusia, sekaligus menjadi sarana pemerataan ekonomi.(np)
Editor : Nur Pramudito