RADARSOLO.COM - Di tengah sorotan publik terhadap penangkapan Iwan Setiawan Lukminto oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi fasilitas kredit, perhatian pun tertuju pada sosok sang istri, Megawati Budiono.
Bukan sekadar istri, Megawati ternyata memiliki peran penting dalam struktur perusahaan tekstil raksasa, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Megawati Budiono Lukminto bukanlah nama baru dalam dunia bisnis.
Megawati lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 4 Mei 1976.
Lulusan Deakin University, Melbourne, Australia ini mengawali kariernya di dunia keuangan sebagai Asisten Direktur Keuangan di Packing House Pty Ltd, Melbourne.
Dia kemudian melanjutkan kiprahnya di Lippo Bank Surabaya dan Sritex.
Di lingkungan Sritex sendiri, Megawati mulai bergabung pada tahun 2001 sebagai Asisten Direktur Pemasaran.
Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Head of Treasury pada 2011 hingga 2014.
Sejak 2014, Megawati diangkat sebagai Komisaris Sritex.
Adapun sang suami Iwan Setiawan Lukminto yang merupakan putra pendiri Sritex HM Lukminto, menjabat sebagai Direktur Utama Sritex sejak 2006 hingga Maret 2023.
Sebelum akkhirnya diangkat menjadi Komisaris Utama Sritex.
Tak hanya sebagai pewaris bisnis kerajaan tekstil, Iwan Setiawan Lukminto pernah masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan mencapai USD 515 juta atau sekitar Rp 8,1 triliun (kurs September 2020).
Namun, kejayaan Sritex sebagai raksasa tekstil di Asia Tenggara harus berakhir saat Pengadilan setelah Pengadilan Niaga Semarang resmi menyatakan Sritex pailit setelah tidak mampu melunasi utang kepada PT Indo Bharat (IBR).
Sritex kemudian resmi berhenti beroperasi Sabtu, 1 Maret 2025, dengan mem-PHK sekira 10 ribu karyawannya.
Belum usai perkara tersebut, kini Komisaris Utama Sritex Iwan Setiawan Lukminto ditangka Kejagung atas dugaan korupsi
Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).
Dugaan korupsi tersebut berkaitan dengan pemberian fasilitas kredit dari bank pelat merah kepada Sritex. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria