RADARSOLO.COM - Ucapan selamat kepada dr Rifki Wakana Firdaus Supriatna, anak dari Bupati Bandung Dadang Supriatna, atas keberhasilannya menjalani sumpah dokter kini jadi viral di media sosial.
Namun bukan prestasinya yang jadi sorotan, melainkan deretan organisasi perangkat daerah (OPD) atau instansi pemerintah yang ikut memberi ucapan, yang dianggap publik sebagai bentuk "glorifikasi berlebihan."
Sejumlah OPD di lingkungan Pemkab Bandung, mulai dari Dinas Kesehatan, Dishub, DLH, Disnaker, hingga BKAD, terpantau membuat poster ucapan selamat untuk dr Rifki dan mengunggahnya di akun medsos resmi masing-masing.
Tak hanya itu, sejumlah rumah sakit daerah hingga kantor kecamatan juga ikut membuat desain serupa.
Momen ini diunggah ulang oleh akun X (Twitter) @txtdarljasputih dengan nada sindiran tajam.
“Informasi publik yang sangat teramat penting. @kemendagri Kesenjangan sejawat,” tulis @txtdarljasputih.
Unggahan tersebut sontak menuai reaksi keras dari netizen.
Banyak yang menilai, dukungan luar biasa dari berbagai instansi pemerintah justru menimbulkan kesan "anak pejabat didahulukan" dalam hal apresiasi, dibandingkan mahasiswa kedokteran lainnya yang juga telah menjalani proses berat dan panjang untuk meraih gelar dokter.
"Ortu pejabat haus validasi + lembaga pemerintah ga punya integritas. Btw selamat yaaa si paling anak pejabat," komen @purkynef*****.
Publik menilai, tak ada urgensinya instansi pemerintahan membuat publikasi besar-besaran hanya untuk merayakan kelulusan pribadi seorang anak bupati.
Apalagi yang tidak berkaitan langsung dengan kontribusi terhadap daerah.
Momen ini juga jadi sorotan publik terkait etika birokrasi dan batas kepatutan penggunaan akun resmi pemerintah.
"Kepala dinas, direktur rs.. ini semua janjian kan.. ga mungkin ada perintah dr atasan kann," cuit @ErectionG*****.
"Yes akhirnya. Hatur nuhun sudah dinaikkin masalah ini. Itu bupati memang kelakuannya selalu begitu, perkara istri/kerabatnya ultah aja mesti dipublish dimana-mana. Bedaskeun ah....," komen @Mud*****.
"Kita ni negara Republik demokrasi tapi budaya hirarki jabatannya feodal parah Bahkan lebih feodal dari negara yang Masi punya raja sebagai kepala negara," tulis @pgnpunya*****.
"WKWKWKW fyi aja ini semua dinas ,kecamatan dll pasti diwajibin bikin postingan inii dan pasti ada yg ditugasin nyatet siapaa ajaa yg udah posting. ytta," kata @ktchn*****.
Saat ini, sejumlah akun Instagram OPD Bandung yang sebelumnya mengunggah poster tersebut diketahui telah menghapus unggahan.
Namun, netizen sudah terlebih dahulu meng-capture dan menyebarkannya ulang, membuat isu ini semakin luas diperbincangkan.
Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna belum memberikan pernyataan resmi atas viral ucapan selamat kepada sang anak itu.
Begitu pula dengan dinas-dinas atau instansi daerah lain yang turut membuat ucapan selamat, belum memberikan klarifikasi soal alasan publikasi tersebut.
Namun, warganet sudah terlanjur menilai hal ini sebagai bentuk "pencitraan berlebih" yang tak seharusnya dilakukan menggunakan fasilitas dan kanal resmi pemerintah. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria