RADARSOLO.COM-Polres Boyolali tidak hanya meminta keterangan para nasabah Koperasi Bahana Lintas Nusantara yang merasa ditipu dengan janji manis keuntungan investasi.
Polisi juga menelusuri gurita usaha Koperasi Bahana Lintas Nusantara yang ada di Boyolali.
Tidak hanya satu, Koperasi Bahana Lintas Nusantara ternyata memiliki banyak unit usaha.
“Semua perusahaan yang terkait Koperasi Bahana Lintas Nusantara sudah kami inventarisasi,” terang Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto, Rabu (28/5/2025).
“Namun demikian, tidak bisa serta merta kami lakukan penyitaan. Karena itu membutuhkan proses pengadilan dan penyidikan dulu,” lanjut dia.
Apa saja gurita usaha yang dijalankan Koperasi Bahana Lintas Nusantara? Kapolres menyebut ada pabrik rokok, kafe, billyar, serta tambang pemecah batu.
“Usahanya masih berjalan beberapa. Pabrik rokok juga masih berjalan. Masih ada karyawan yang bekerja juga masih ada. Hanya saja memang volume produksinya tidak sebesar yang sebelumnya,” urai Kapolres.
Terkait tambang pemecah batu, kapolres mengatakan perlu dilakukan pengecekan perizinan lebih detail.
“Karena sejauh ini yang kami tahu, kemungkinan itu (tambang pemecah batu) ilegal,” tambahnya.
Ditambahkan kapolres, total 20 laporan yang masuk ke Polda Jawa Tengah terkait dugaan investasi bodong Koperasi Bahana Lintas Nusantara.
“20 itu total laporan keseluruhan termasuk yang ada di Polres (Boyolali), Polresta Solo juga sudah ada 7 laporan,” ungkapnya.
Sejauh mana pengusutan yang dilakukan Polres Boyolali?
Kapolres menjelaskan masih menunggu pemeriksaan serta audit Otoritas Jasa Keuangan (OJK).(fid/wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono