Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Heboh! Dua Bocah SD Bikin Konten Kritik Isu Ijazah Jokowi Berujung Didatangi Polisi: Mohon Hal Ini ke Pak Hakim

Syahaamah Fikria • Selasa, 3 Juni 2025 | 01:04 WIB
Gambar fotokopi ijazah mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ditunjukkan dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).
Gambar fotokopi ijazah mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ditunjukkan dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (22/5/2025).

RADARSOLO.COM – Jagat maya dihebohkan dengana aksi dua kakak beradik siswa SD asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara yang berani menyuarakan kritik tajam terkait isu keaslian ijazah Joko Widodo (Jokowi).

YTG dan AR, merupakan siswi SD yang juga kreator konten YouTube dengan kanal Yapim Nst.

Aksi berani mereka, dimulai dengan video unggahan pada 20 April 2025.

Video tersebut menampilkan AR sambil membawa gitar, awalnya berkelakar bahwa isu keaslian ijazah ini bisa jadi inspirasi untuk membuat lagu.

Diskusi kecil antara kakak beradik ini kemudian berkembang menjadi kritik pedas.

YTG dan AR menyayangkan keengganan Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya ke publik, yang menurut mereka malah menimbulkan kegaduhan.

"Harapan kami sebagai anak bangsa kepada Bapak Jokowi agar secepatnya untuk menunjukkan ijazah aslinya ke publik supaya tidak menimbulkan kegaduhan di negeri ini," ucap AR.

Keduanya menyebut, penolakan ini bisa saja dilatarbelakangi keinginan untuk mengadu domba pihak pro dan kontra.

Yang lebih mencengangkan, YTG dan AR menilai bahwa jika ijazah sarjana Jokowi terbukti palsu dan tidak ada tindakan hukum, hal ini berpotensi meruntuhkan semangat anak bangsa untuk menempuh pendidikan tinggi.

"Ijazah palsu saja bisa jadi presiden, jadi buat apa capek-capek kuliah mending datang ke UGM minta bikinkan ijazah palsu," lanjut AR dengan nada polos

Didatangi Polisi

Namun, pada 28 Mei 2025, kedua bocah tersebut tiba-tiba mengunggah video klarifikasi di YouTube.

Hal itu dilakukan lantaran banyaknya komentar di TikTok yang meminta polisi menangkap mereka.

Bahkan melibatkan guru-guru di sekolah kakak beradik itu.

Dalam video klarifikasi tersebut, YTG dan AR menegaskan bahwa konten yang mereka buat adalah murni inisiatif mereka sendiri.

Tidak ada sangkut pautnya dengan pihak sekolah atau guru.

"Dan andai pun kalau di dalam konten kami ada yang melanggar hukum, sebagai warga negara yang baik, kami siap mempertanggung jawabkannya," ucap AR.

Bahkan, dia dengan berani menyebutkan alamat domisili mereka.

Mereka juga mengaku pernah disambangi pihak kepolisian untuk dijemput dan diinterogasi terkait salah satu konten lagu ciptaan mereka tentang Jokowi yang dinilai "lebih kejam daripada ibu tiri".

Masih dalam videonya, kedua kakak beradik ini dengan berani menunjukkan ijazah pendidikan asli mereka.

Mereka menjelaskan perjuangan berat yang harus dilalui untuk membiayai pendidikan, mulai dari membuat konten di media sosial, mengamen, hingga memulung barang bekas.

"Maka dari itu harapan kami kepada bapak polisi dan bapak hakim, siapa pun orangnya yang menggunakan ijazah palsu untuk menipu wajib untuk diadili," pesan YTG dan AR. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#siswi sd #viral #deli serdang #ijazah jokowi #polisi #konten kreator #kritik