RADARSOLO.COM- Pencairan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (Bansos PKH) tahap 2 tahun 2025 mulai digulirkan sejak akhir Mei hingga 10 Juni 2025.
Bantuan PKH tahap 2 mencakup periode April hingga Juni 2025 dan disalurkan melalui beberapa jalur:
-
Bank Himbara: BRI, BNI, Mandiri, dan BTN.
-
Kantor Pos.
-
Transfer langsung ke rekening KPM.
Penyaluran mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tepat sasaran.
Baca Juga: Waspada Tanpa Panik, Dinkes Wonogiri Tindaklanjuti Edaran Kemenkes Terkait Covid-19
Cara Cek Status Pencairan Bansos PKH Lewat HP
1. Melalui Situs Resmi Kemensos
Langkah-langkah:
-
Akses cekbansos.kemensos.go.id
-
Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa sesuai KTP
-
Masukkan nama lengkap sesuai KTP
-
Isi kode verifikasi
-
Klik tombol Cari Data
2. Melalui Aplikasi “Cek Bansos”
Cara cepat dan praktis:
-
Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Google Play Store atau App Store
-
Daftar akun dengan:
-
NIK
-
Nomor KK
-
Alamat sesuai KTP
-
Unggah foto KTP dan swafoto memegang KTP
-
-
Login dan klik menu Cek Bansos
-
Masukkan data sesuai KTP untuk melihat status penerima bantuan
Aplikasi ini juga menyediakan fitur Usul dan Sanggah agar data Anda tetap valid.
Besaran Bantuan Bansos PKH Tahap 2
| Kategori Penerima | Besaran per Tahap | Total per Tahun |
|---|---|---|
| Ibu hamil | Rp750.000 | Rp3.000.000 |
| Anak usia dini (0–6 tahun) | Rp750.000 | Rp3.000.000 |
| Anak sekolah SD | Rp225.000 | Rp900.000 |
| Anak sekolah SMP | Rp375.000 | Rp1.500.000 |
| Anak sekolah SMA | Rp500.000 | Rp2.000.000 |
| Disabilitas berat | Rp600.000 | Rp2.400.000 |
| Lansia 70 tahun ke atas | Rp600.000 | Rp2.400.000 |
Baca Juga: Wow! Perempuan Asal Klaten Dinobatkan Sebagai Duta Wastra Nusantara 2025, Diharapkan Lurik Bisa Go Nasional
Pemutakhiran Data DTSEN
Kemensos telah memutakhirkan data penerima melalui integrasi antar-lembaga dan survei lapangan.
Sebanyak 1,8 juta keluarga yang dianggap tidak layak menerima bantuan dialihkan ke penerima baru yang lebih membutuhkan. Tujuannya agar bansos lebih efisien dan tepat sasaran. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono