Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral Promosi Wisata Religi Candi Borobudur Singgung Umrah Puluhan Juta, Cholil Nafis: Jangan Nyenggol Agama Lain!

Syahaamah Fikria • Rabu, 4 Juni 2025 | 01:34 WIB
Cholil Nafis buka suara atas viral konten promosi Candi Borobudur dan wisata religi Buddha yang singgung umrah agama lain.
Cholil Nafis buka suara atas viral konten promosi Candi Borobudur dan wisata religi Buddha yang singgung umrah agama lain.

RADARSOLO.COM - Sebuah konten video promosi Candi Borobudur dan destinasi wisata religi Buddha lainnya, jadi viral di medsos lantaran dinilai menyinggung ibadah umrah.

Konten itu diunggah oleh akun TikTok Ngobrol Syariat Indonesia, dan mendadak jadi viral.

Dalam video kontroversial itu, menampilkan promosi wisata religi Buddha dengan menggunakan istilah umrah.

Di mana beberapa model gadis perempuan menyampaikan promosi wisata ke Candi Borobudur, Candi Cetho hingga Candi Sukuh.

"Minimal umrah ke Pringgodani, gunung Lawu, Candi Ceto, Candi Sukuh, Candi Borobudur tanah suci para leluhur," kata model gadis perempuan itu.

Mereka juga menyampaikan jika wisata religi di destinasi-destinasi tersebut lebih terjangkau biayanya.

Serta menyebut ibadah umrah agama lain yang harus ke luar negeri dengan biaya puluhan juta, bahkan harus antre.

Konten promosi wisata religi Buddha itu pun dinilai mengandung sindiran untuk umat muslim.

Sebab, konten itu menggunakan istilah "umrah" yang merujuk pada kunjungan ke situs-situs religi Buddha.

Istilah umrah secara khusus merujuk pada ibadah ziarah ke Tanah Suci dalam agama Islam.

Penggunaan kata ini dalam konteks yang berbeda dianggap sensitif dan menyinggung syariat agama lain.

Hingga akhirnya Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, ikut buka suara.

Dia menyoroti penggambaran promosi yang melibatkan anak-anak dan penggunaan istilah yang menyindir syariat agama lain.

"Ini kok istilahnya umrah ya, yang disuruh ngomong anak-anak," tulis KH Cholil Nafis dalam akun X-nya, dikutip Selasa (3/6/2025).

Ia menegaskan pentingnya kebebasan beragama di Indonesia yang harus tetap didasari oleh Pancasila.

"Mau wisata ke Borobudur atau ke sungai silahkan suka-suka. Tapi juga jangan nyinggol agama lain yang puluhan juta umrah maupun yang antri haji ya suka-suka aja," ujarnya.

Cholil Nafis mengingatkan bahwa meski Indonesia menjamin kebebasan masyarakatnya untuk menjalankan ajaran agama apapun, batasan dan etika tetap harus dijaga demi kerukunan.

"Toh kita menganut bebas menjalankan ajaran agama masing-masing. Dasarnya Pancasila," terangnya.

Sementara itu, dalam kolom komentar, tak sedikit netizen yang menyebut konten itu hanyalah buatan menggunakan augmented intelligence (AI).

"Njenengan kok mudah dibohongi AI, ini PR bagi njenengan dan sahabat2, bahwa teknologi sdh sejauh ini, mohon di upgrade dr sisi ini," komen @sapu*****.

Namun demikian, banyak juga yang menyebut, permasalahan utamanya bukan pada produksi konten yang menggunakan AI.

Melainkan pesan yang terkandung dalam konten, yang dinilai provokatif.

"Ada2 aja, yang di masalahin Yai itu pesan dan narasi yang disampaikan, bukan masalah AI atau bukan, pun kalau pakai AI, wajah anak2 yang menjadi naratornya. Dengan bahasamu "mudah dibohongi" itu kamu agak lebay siih," kata @Jaraa*****.

"Bukan masalah AInya. Tapi pesan bernada provokatif yg bisa bikin friksi antar umat beragama. Yg harus diusut itu siapa pembuat dan motifnya," tulis @KusumaJ403*****. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#Cholil Nafis #viral #umrah #konten #ai #provokatif #promosi #candi borobudur #Wisata Religi #mui