RADARSOLO.COM – Sebuah video viral menyoroti dugaan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menimpa lebih dari 200 karyawan Bank Danamon Indonesia.
Yang lebih memilukan, banyak dari mereka yang telah mengabdi belasan tahun diklaim harus pulang tanpa pesangon.
Video yang diunggah akun TikTok @yupimangga itu menunjukkan raut kesedihan mendalam para karyawan yang diduga kena PHK, berpelukan dan mengusap air mata.
Klarifikasi Bank Danamon
Menanggapi kabar viral tersebut, Consumer Lending Business Head Bank Danamon Enriko Sutarto membantah adanya PHK massal di lingkungan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
"PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) tidak melakukan pemutusan hubungan kerja massal," kata Enriko, Selasa (3/6/2025).
Enriko menjelaskan, situasi yang terjadi merupakan konsekuensi dari pergantian mitra usaha yang bekerja sama dengan Bank Danamon.
Menurutnya, kebijakan terkait ketenagakerjaan para karyawan mitra usaha sepenuhnya berada di bawah kewenangan mitra usaha tersebut.
Serta tidak terkait langsung dengan Danamon sebagai entitas bank.
Menurut dia, evaluasi mitra usaha merupakan kegiatan rutin dan berkala yang dilakukan Danamon.
Hal ini untuk menjaga daya saing dan memastikan layanan terbaik bagi nasabah, bersama dengan MUFG sebagai perusahaan induk dan anggota grup lainnya.
Kontrak Vendor Diputus Sepihak
Meskipun Bank Danamon menampik melakukan PHK massal, rekaman video yang beredar luas di media sosial menunjukkan momen-momen pilu di sebuah kantor tele sales Bank Danamon.
Akun TikTok @yupimangga, yang mengunggah video tersebut, menuliskan narasi yang menggambarkan kesedihan mendalam para karyawan.
"Kemarin lihat orang-orang kena layoff berasa sedih, kasihan. Eh, kejadian di diri sendiri merasakan kena layoff juga. 200 karyawan lebih, semua divisi tele/non-tele-nya di PHK, enggak tersisa," tulis akun itu.
"Mikirin yang sudah belasan tahun, sudah berumur, bingung mau pada ke mana mereka. Ini ada apa ya sebenarnya?," imbuh dia.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa para karyawan tersebut, banyak di antaranya telah mengabdi belasan tahun, terpaksa pulang tanpa pesangon setelah kontrak vendor outsourcing mereka diputus sepihak.
Laba Bank Danamon Menurun di Tengah Kinerja Keuangan
Sebagai informasi tambahan, PT Bank Danamon Tbk (BDMN) sendiri melaporkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik mengalami kontraksi 9,3% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 3,2 triliun.
Penurunan laba ini, menurut laporan keuangan publikasi perusahaan, disebabkan oleh tekanan likuiditas dan pendapatan bunga bersih.
Pendapatan bunga Bank Danamon memang naik 12,75% yoy, menjadi Rp 22,79 triliun.
Namun, beban bunga meroket hingga 45,45% yoy, mencapai Rp 6,89 triliun.
Akibatnya, pendapatan bunga bersih bank hanya naik tipis 3% yoy menjadi Rp 15,21 triliun.
Meroketnya beban bunga ini sejalan dengan tergerusnya rasio dana murah (CASA) bank per Desember 2024, yang turun 106 basis poin (bps) dari 52,3% menjadi 41,7%.
Bank Danamon mencatat dana pihak ketiga (DPK) yang terdiri dari CASA merosot 13% yoy menjadi Rp 63,84 triliun.
Sementara deposito berjangka naik 33% yoy menjadi Rp 89,38 triliun.
Pertumbuhan kredit sepanjang 2024 juga melambat, hanya tumbuh 8% yoy menjadi Rp 189,4 triliun, dibandingkan pertumbuhan 19% yoy pada tahun sebelumnya. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria