Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Heboh! Fiersa Besari Ikut Buka Suara Soal Viral Booking Lahan Camp di Gunung, Tiga Dewa Adventure Malah Bilang Begini

Syahaamah Fikria • Rabu, 4 Juni 2025 | 05:13 WIB
Fiersa Besari
Fiersa Besari

RADARSOLO.COM – Fiersa Besari, musisi sekaligus pegiat alam bebas, turut angkat bicara terkait viral isu dugaan monopoli atau booking lahan camp oleh rombongan open trip (OT) di sejumlah gunung.

Praktik booking area camping itu bahkan diduga sampai mengusir pendaki lain dari area tenda.

Menanggapi isu viral tersebut, Fiersa Besari menjelaskan, ia memahami banyak tour operator yang memang naik duluan ke camping ground untuk mendirikan tenda bagi peserta open trip.

Menurutnya, hal itu tidak masalah asalkan tidak merugikan pendaki lain.

"Kalau saya baca adalah ada pendaki (mandiri) sudah mendirikan tenda kemudian diusir karena dibilang itu lahan milik peserta open trip. Itu salah sih menurut saya," ucap Fiersa.

Ia menambahkan, tindakan tersebut sama saja dengan menghilangkan kesempatan seseorang untuk mendapatkan perlindungan.

Apalagi hal itu dilakukan di gunung yang rentan hipotermia atau badai.

Fiersa pun menyarankan agar dibuat regulasi yang jelas.

"Nggak semua lahan dicaplok oleh tour operator, harusnya ada hak untuk pendaki mandiri juga," tegas musisi yang juga gemar mendaki gunung itu.

Lebih lanjut, Fiersa kembali menegaskan bahwa pengusiran pendaki mandiri adalah tindakan keliru.

Pihaknya pun menyarankan pihak tour operator yang terlibat untuk segera meminta maaf dan memperbaiki briefing kepada tim di lapangan agar kegaduhan tidak terulang.

 

Klarifikasi Tiga Dewa Adventure

Kontroversi ini mencuat setelah video dari akun TikTok @siputgunung.id menunjukkan pendaki kehilangan tempat untuk mendirikan tenda di Gunung Sindoro karena lahan sudah di-booking.

Setelah viral, video serupa muncul dari gunung lain seperti Merbabu dan Rinjani.

Hal itu memicu reaksi negatif dari netizen yang menilai aksi ini merusak semangat kebersamaan di alam bebas.

Penyedia jasa open trip Tiga Dewa Adventure, yang diduga terlibat dalam aksi booking lahan camp, akhirnya memberikan klarifikasi.

Melalui surat yang dikeluarkan pada Selasa (2/6/2025) dan ditandatangani oleh pemiliknya, Muh Rifqi Maulana, Tiga Dewa Adventure membantah tudingan monopoli area camping.

"Menanggapi dinamika pemberitaan di sosial media, kami Tiga Dewa Adventure dengan ini menyampaikan permintaan maaf atas apa yang menjadi sorotan publik dan atas kegaduhan yang terjadi serta berimbas kepada nama baik Tiga Dewa Adventure," tulis surat klarifikasi tersebut.

"Kami memahami bahwa gunung adalah area yang sama-sama ingin kita nikmati dan harus dijaga bersama. Karena itu Tiga Dewa Adventure selaku organisasi, tidak pernah melakukan monopoli atas area camp dan tidak pernah pula melakukan booking area lahan."

Respons Balai Taman Nasional

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) sendiri telah merespons video viral yang menyoroti dugaan pelanggaran oleh Tiga Dewa Adventure di area camping Sabana 1 Gunung Merbabu.

Kepala BTNGMb, Anggit Haryoso menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada 29 April 2025.

Saat ini, pihaknya sedang menelusuri lebih lanjut.

Anggit dengan tegas menyatakan bahwa tindakan mengkapling atau menguasai tanah di kawasan gunung adalah tindakan yang tidak dibenarkan.

"Tidak boleh ada yang mengkapling, karena bukan milik pribadi. Di gunung itu tanah bersama, akan ada sanksinya," beber Anggit.

Sanksi yang dimaksud bisa berupa blacklist pendakian bagi pihak yang terbukti melanggar. (fid/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #lahan camp #Balai Taman Nasional Gunung Merbabu #area camping #fiersa besari #open trip #Camping Ground #Booking #gunung