Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perjalanan Umar Patek, Mantan Napi Teroris yang Kini Racik Kopi: Dapat Dukungan dari Penyintas Bom Bali 1 dan Kepala BNN

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 4 Juni 2025 | 21:39 WIB
Umar Patek, eks napi terorisme pamerkan kopi ramuannya.
Umar Patek, eks napi terorisme pamerkan kopi ramuannya.

RADARSOLO.COM - Roda kehidupan terus berputar.

Itu pula yang dialami Umar Patek. Siapa yang tidak kenal Umar Patek?

Dia merupakan eks narapidana teroris dalam kasus  Bom Bali 1 pada 2002.

Kini Umar Patek memilih jalan hidup baru.

Dia meluncurkan merek kopi racikannya sendiri bernama Ramu Kopi dalam sebuah acara di Hedon Estate, Surabaya, Selasa (3/6/2025).

Lewat kopi, Umar berharap bisa menebus masa lalu dan menebar kedamaian.

Umar Patek menyadari bahwa masa lalunya meninggalkan luka besar.

Sekarang, dia ingin mempersembahkan sesuatu yang damai lewat kopi.

“Dulu saya dikenal karena sesuatu yang menyakitkan dunia. Sekarang saya ingin menyeduh damai,” ujar Umar.

Nama “Ramu” bukan sekadar label dagang. Ramu merupakan singkatan dari namanya yang dibalik: Umar jadi Ramu.

Baginya, Ramu Kopi adalah simbol perubahan dan harapan baru.

“Ini bukan hanya soal kopi, tapi tentang perubahan,” katanya seperti dikutip dari jawapos.com.

Baca Juga: Terselamatkan! Dinas Arpus Boyolali Temukan 5 Naskah Kuno: Ada yang Ditulis di Media Dluwang

Setelah bebas dari Lapas Porong pada 7 Desember 2022, Umar bertemu Drg. David Andreasmito, pemilik Hedon Estate. Saat ditawari bantuan uang, ia menolak.

“Saya gak butuh uang, saya butuh kerja,” tegas Umar.

Dari obrolan santai sambil menyuguhkan kopi, lahirlah ide membangun bisnis Ramu Kopi.

Dibantu rekan ahli di bidang kopi, Umar meracik berbagai varian seperti:

Mayoritas biji kopi berasal dari Bondowoso, Jawa Timur.

Komjen Pol Marthinus Hukom, mantan Komandan Densus 88 dan kini Kepala BNN, hadir dalam peluncuran Ramu Kopi.

“Kami dulu bermusuhan. Tapi sekarang kami sama-sama meletakkan senjata. Kita satu bangsa,” katanya.

Marthinus mengapresiasi transformasi Umar sebagai contoh mantan napiter yang sukses berubah.

Chusnul Chotimah, penyintas Bom Bali 1, hadir langsung dalam acara. Ia menyatakan telah memaafkan Umar dan bahkan mendukung bisnis kopinya.

Ali Fauzi, ketua Yayasan Lingkar Perdamaian juga mendukung penuh langkah Umar Patek.

“Saya sudah coba kopinya. Memang enak. Umar punya masa depan seperti eks napiter lain yang mau berubah,” ujar Ali.

Drg. David Andreasmito berharap Ramu Kopi berkembang bukan hanya sebagai bisnis, tapi juga memberi kontribusi sosial nyata.

“Kalau Umar sukses, saya ingin dia bisa jadi kepanjangan tangan saya untuk menolong orang lain,” katanya.

Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Pengging-Banyudono Boyolali Sebabkan Warga Desa Ngaru-aru Meninggal Dunia

Kisah Umar Patek adalah bukti bahwa perubahan itu nyata. Dari pelaku teror menjadi pelaku damai, ia kini menyeduh harapan dalam setiap cangkir Ramu Kopi. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#umar patek #bom bali 1 #eks napi teroris #racik kopi