Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Siapa KH Imaduddin Utsman Al Bantani? Ramai Disebut Usai Gus Auzy Muhaimin Meninggal hingga Dikaitkan Isu Mubahalah

Syahaamah Fikria • Kamis, 5 Juni 2025 | 01:26 WIB
KH Imaduddin Utsman Al Bantani.
KH Imaduddin Utsman Al Bantani.

RADARSOLO.COM – Nama KH Imaduddin Utsman Al Bantani belakangan ini ramai jadi perbincangan hangat di media sosial, usai kabar duka meninggalnya Gus Auzy Muhaimin, pengasuh Pondok Pesantren Lemah Pinggir Bojonegoro.

Kabar meninggalnya Gus Auzy sendiri juga cukup jadi perbincangan hangat di media sosial.

Bahkan ada yang mengaitkan dengan mubahalah.

Diketahui, Gus Auzy Muhaimin disebut-sebut sempat melakukan mubahalah saat live streaming.

Keterkaitan ini bermula dari postingan di media sosial yang menyebut Gus Auzy Muhaimin sempat melakukan mubahalah beberapa waktu lalu sebelum meninggal.

Mubahalah adalah sumpah atau doa yang diucapkan oleh dua pihak yang berselisih dan meyakini kebenaran masing-masing.

Di mana mereka memohon kepada Allah SWT agar melaknat pihak yang berdusta.

Namun, terlepas dari validitas dan penyebab pasti meninggalnya Gus Auzy, siapakah sosok KH Imaduddin Utsman Al Bantani?

Mengapa namanya begitu lekat dengan kontroversi?

Profil KH Imaduddin Utsman Al Bantani

KH Imaduddin Utsman Al-Bantani lahir di Kresek, Tangerang, Banten pada 15 Agustus 1976.

Nama "Utsman" diambil dari nama kakek dari pihak ibunya, yang hidup di tengah keluarga Bani Utsman di Kresek.

Sementara itu, "Al Bantani" jelas merujuk pada asal daerahnya, Banten.

Kyai Imaduddin adalah seorang ulama yang memiliki latar belakang pendidikan pesantren yang kuat.

Ia tercatat sebagai murid dari ulama terkemuka KH Muhammad Syanwani Al Bantani dari Pesantren Ashabul Maimanah Sampang Tirtayasa.

Selain itu, ia juga merupakan pengurus aktif di Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum yang berlokasi di Kampung Cempaka, Kresek, Kabupaten Tangerang.

Disiplin Keilmuan dan Kiprah Organisasi

Kyai Imaduddin dikenal luas memiliki disiplin keilmuan Islam yang mumpuni, khususnya dalam bidang Fikih, Ushul Fikih, Tafsir, dan Hadits.

Ia dipandang sangat menguasai ilmu alat seperti nahwu, shorof, bayan, dan ma'ani, yang merupakan syarat esensial bagi seorang ulama untuk dapat menggali hukum dari Al Quran, Hadits, serta kitab-kitab ulama terdahulu.

Selain aktif mengajar dan menulis karya (kitab) yang sebagian besar berbahasa Arab, KH Imaduddin juga memiliki kiprah signifikan di berbagai organisasi keagamaan.

Ia menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Banten (periode 2022-2027), penasihat Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (GMNU).

Serta Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Provinsi Banten (masa khidmat 2018-2023).

Kontroversi Seputar Nasab Habib dan Penolakan Ceramah

Nama KH Imaduddin Utsman Al Bantani mulai menjadi buah bibir dan memicu pro serta kontra di kalangan umat sejak ia berani mengupas dan memberikan komentar pedas mengenai nasab atau garis keturunan habib di Indonesia.

Ia menyatakan bahwa banyak habib di Indonesia yang mengklaim sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.

Namun menurut penelitiannya, klaim nasab tersebut tidak memiliki dasar valid dalam kitab-kitab nasab abad ke-5 hingga ke-9 Hijriah.

Kiai Imaduddin menegaskan bahwa pandangannya ini bukan tanpa dasar.

Melainkan hasil dari penelitian mendalam yang telah ia tuangkan dalam karya tulis ilmiahnya, mengklaim memiliki sejumlah data valid untuk mendukung argumennya.

Oleh karena itu, ia banyak mendapat kecaman dan perdebatan sengit dari pihak yang tidak sependapat.

Kontroversi ini bahkan berimbas pada kegiatan dakwahnya.

Belakangan, pengajian dan ceramahnya di sejumlah daerah kerap mendapat penolakan dari sebagian kelompok masyarakat yang menganggap pandangannya memecah belah umat.

Keterkaitan dengan Isu Mubahalah Gus Auzy Muhaimin

Keterkaitan KH Imaduddin dengan isu mubahalah muncul setelah beredarnya kabar meninggalnya Gus Auzy Muhaimin.

Sejumlah akun media sosial mengunggah bahwa wafatnya Gus Auzy terjadi pasca mubahalah yang ia lakukan.

"INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN
Gus Auzy Muhaimin Pasca Mubahalah Melaknat Kyai Imaduddin Ustman Al Bantani Meninggal Dunia, Semoga Husnul Khotimah, Diampuni Segala Kesalahan Dan Kekhilafannya ..!!!" tulis @muhammadshiddiq245.

Hingga saat ini, belum ada informasi terverifikasi dan resmi yang menjelaskan secara pasti penyebab medis meninggalnya Gus Auzy Muhaimin atau keterkaitan langsung dengan isu mubahalah tersebut.

Pihak keluarga maupun pondok pesantren Gus Auzy juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait detail kondisi kesehatannya sebelum meninggal. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#KH Imaduddin Utsman #mubahalah #viral #Gus Auzy Muhaimin #kontroversi #meninggal