Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jaga Kualitas Pangan, Ketua DPRD Jateng Sumanto Ingatkan untuk Waspada Penjualan Sapi Gelonggongan

Rudi Hartono RS • Senin, 9 Juni 2025 | 02:57 WIB
Ketua DPRD Jateng Sumanto ajak masyarakat mewaspadai beredarnya daging glonggongan.
Ketua DPRD Jateng Sumanto ajak masyarakat mewaspadai beredarnya daging glonggongan.

RADARSOLO.COM-Ketua DPRD Jateng Sumanto meminta masyarakat waspada dengan penjualan sapi gelonggongan sebagai hewan kurban.

Sapi gelonggongan secara sengaja diberi minum air dalam jumlah banyak.

Tujuannya untuk menambah berat badan sapi secara instan serta meningkatkan nilai jual karena terlihat lebih besar atau berat.

Sumanto juga meminta para pedagang hewan tak menjual sapi gelonggongan karena menyalahi prinsip-prinsip kurban dalam Islam.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng juga perlu memantau penjualan hewan kurban agar masyarakat mendapatkan ternak berkualitas.

"Dari laporan dinas, sampai sekarang belum ditemukan yang seperti itu. Mudah-mudahan para pedagang sadar karena hewan kurban juga mahkluk Tuhan yang perlu dijaga," ujarnya saat menjadi narasumber dialog dengan tema "Siap Siaga Jelang Idul Adha" di Radio Suara Diponegoro Semarang belum lama ini.

Sapi gelonggongan sendiri memiliki sejumlah ciri-ciri. Diantaranya perut sapi membesar tidak normal, dan air keluar dari mulut serta hidung.

Saat disembelih pun daging akan meneteskan air dan cepat membusuk.

Sumanto meminta proses penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam. Hewan kurban juga harus sehat dan tak disiksa atau terkena penyakit.

"Pemerintah harus memberi edukasi, petugas dari dinas perlu muter mengecek penjualan hewan kurban. Yang penting hewan yang mau dikurbankan sehat," katanya.

Terlebih beberapa waktu lalu marak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang banyak menyerang sapi.

Menurutnya, panitia kurban juga perlu berkoordinasi dengan pemerintah dan membeli hewan kurban dari sumber yang resmi serta terpercaya.

Baca Juga: Pertanian Organik Punya Masa Depan Cerah di Jawa Tengah, Ini Penjelasan Ketua DPRD Jateng Sumanto

"Penyembelihan hewan kurban hendaknya juga diserahkan ke yang berpengalaman. Jangan sampai ada kejadian sapi lepas dan membahayakan seperti tahun-tahun sebelumnya," paparnya.

Lebih lanjut Sumanto berharap Idul Adha menjadi momentum masyarakat untuk berempati kepada mereka yang kurang berpunya. Selain itu, kurban juga bisa menjadi penggerak ekonomi di masyarakat.

Ketua Komisi A DPRD Jateng Imam Teguh Purnomo yang juga menjadi narasumber menjelaskan, warga Jawa Tengah banyak yang menjadi peternak.

Ketua DPRD Jateng Sumanto menghadiri kegiatan belum lama ini.
Ketua DPRD Jateng Sumanto menghadiri kegiatan belum lama ini.

Saat Idul Adha, para peternak ini menjual hewan ternaknya yang selama ini menjadi tabungan mereka.

"Di Desa banyak warga yang pelihara sapi dan kambing. Nanti setelah Idul Adha mereka akan beli hewan ternak yang kecil lagi untuk dibesarkan selama setahun. Nanti dijual saat Idul Adha sebagai hewan kurban," katanya.

Menurutnya, Jateng menjadi salah satu sentra peternak. Stok hewan kurban di Jateng juga cukup banyak dan banyak diambil untuk dijual ke provinsi lain. (rud)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#sumanto #Ketua DPRD Jateng #sapi gelonggongan