RADARSOLO.COM- Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa petang (17/6/2025) menimbulkan sejumlah dampak.
Di antaranya pembatalan penerbangan sejumlah maskapai asing.
- Virgin Australia mengonfirmasi bahwa beberapa penerbangan antara Brisbane, Melbourne, dan Bali dibatalkan, Rabu (18/6/2025).
- Jetstar juga membatalkan empat penerbangan dari Australia menuju Bali pada Rabu pagi.
- Qantas mengumumkan bahwa mereka sedang memantau situasi dengan cermat untuk penerbangan yang dijadwalkan berangkat nanti sore.
- Air New Zealand membatalkan dua penerbangan antara Bali dan Auckland.
- Air India, TigerAir Singapura, dan Juneyao Airlines dari China juga membatalkan penerbangan akibat letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.
Beberapa penerbangan domestik AirAsia menuju Labuan Bajo, Flores, juga dibatalkan.
Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditutup sementara, Rabu (18/6).
Dengan begitu, seluruh penerbangan dari Bandara Ende dibatalkan.
Hal ini sebagaimana disampaikan pihak pengelola Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Ende melalui akun Instagram resmi, @bandara_ende.
Adapun acuan penutupan operasional Bandara Ende dilakukan berdasarkan NOTAM No. C0783/25 NOTAMN.
"Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende ditutup sementara karena terdampak abu vulkanik letusan Gunung Lewotobi. Semua penerbangan dibatalkan," bunyi pengumuman tersebut.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menaikkan status Gunung Api Lewotobi Laki-laki menjadi Level IV (AWAS) dari sebelumnya Level III (SIAGA).
Peningkatan status ini mulai berlaku mulai, Selasa 17 Juni 2025 pukul 15.00 WITA.
Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Api Lewotobi Laki-Laki terlihat jelas dari data kegempaan yang terus meningkat signifikan.
Baca Juga: Karanganyar di Bawah Ancaman Bencana Gunung Lawu, Status BPBD Langsung Naik Kelas ke Tipe A
Tak hanya itu, didukung pula data deformasi tiltmeter dan GPS yang menunjukkan indikasi inflasi, begitu juga dengan data InSAR yang selaras dengan data tersebut, yang menunjukkan anomali inflasi.
Hal ini menandakan adanya tekanan dari dalam tubuh gunung api yang dapat berpotensi menjadi erupsi.
Rata-rata kejadian gempa vulkanik dalam per hari hanya 8-10 kejadian namun pada tanggal 17 Juni 2025 terdapat 50 kejadian hanya dalam kurun waktu 2 jam.
Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, khususnya pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki, seperti di Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono