RADARSOLO.COM – Satu lagi publik figur ditampilkan jadi komisaris Dunia BUMN. Kali ini, giliran musisi legendaris Yovie Widianto yang resmi ditunjuk sebagai komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero).
Keputusan ini, tertuang dalam SK-156/MBU/06/2025 dan SK.014/DI-DAM/DO/2025 yang ditandatangani Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama PT Danantara Asset Management pada 16 Juni 2025.
Penunjukan Yovie Widianto sebagai komisaris PT Pupuk Indonesia ini cukup mengejutkan. Meski sebelumnya dia telah ditunjuk sebagai Staf Khusus Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2024.
Lantas, siapakah sebenarnya Yovie Widianto, sang pianis dan komposer produktif yang kini juga merambah dunia BUMN?
Profil Yovie Widianto
Yovie Widianto, SH, Int, lahir pada 21 Januari 1968.
Bakat musiknya sudah tercium sejak dini, tumbuh dalam keluarga yang sangat dekat dengan musik di Bandung, meski sang bunda awalnya kurang setuju Yovie berprofesi sebagai musisi.
Pada usia 5 tahun, Yovie berkenalan dengan musik jazz melalui pamannya, Hasbullah Ridwan, yang tak lain adalah ayah dari musisi senior Elfa Secioria.
Dari sinilah roh jazz mulai menyatu dalam jiwanya.
Sejak SMP, Yovie sudah rutin bermain band di Hotel Savoy Homann, Bandung, bahkan sempat bermain bersama musisi-musisi yang kini menjadi legenda seperti Ruth Sahanaya dan Trie Utami.
Kiprah nasionalnya dimulai saat mengikuti Festival Band Tingkat Nasional pada 1983.
Yovie kemudian menggagas grup jazz fusion bernama Indonesia 6 (sebelumnya Coops Rhythm Section dan Rooster).
Band ini mencetak prestasi gemilang dengan mencuri perhatian dunia dalam Light Music Contest 1986 di Tokyo.
Saat itu, Yovie meraih gelar The Best Keyboard Player International dan The Best Bassist Player.
Pada tahun yang sama, ia mendirikan Kahitna.
Maestro di Balik Kahitna
Tahun 1983 menjadi titik balik perkenalan Yovie dengan musik pop, terinspirasi oleh David Foster.
Sejak itu, ia mulai melirik industri musik pop Indonesia.
Bahkan, banyak penikmat musik menjuluki Yovie sebagai 'David Foster-nya Indonesia'.
Itu tak lain karena kemampuannya mencetak ratusan lagu hits dan mengorbitkan banyak penyanyi tenar melalui karya-karyanya yang bernuansa cinta.
Dia juga mendirikan Kahitna pada 24 Juni 1986, bersama 6 orang sahabatnya.
Yakni Hedi Yunus (gitar utama), Carlo Saba (pemetik bas), Bambang Purwono (kibor), Richard Hutomo "Tommy" Widjanarko (gitar kedua), Edward Budiono (penabuh drum), Ronni Waluya (vokal utama, perkusi) dan Trie Utami (vokal kedua).
Kahitna merilis album perdana Cerita Cinta pada 1994, yang menandai awal kesuksesannya di industri musik.
Kahitna telah merilis 8 album studio dan 2 album kompilasi, serta meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional.
Yovie & Nuno
Pada tahun 2001, Yovie mewujudkan membentuk Yovie & Nuno (kependekan dari Numero Uno).
Album perdana mereka, Semua Bintang, menghadirkan nuansa musik yang lebih garang dibandingkan Kahitna.
Dengan kolaborasi bersama musisi-musisi papan atas seperti Andi /rif, Fariz RM, Glenn Fredly, hingga Baron (mantan gitaris GIGI).
Tiga tahun berselang, pada 2004, band ini berganti nama menjadi Yovie & The Nuno dan merilis album Kemenangan Cinta dengan beberapa perubahan personel.
Formasi ini terus berevolusi hingga di penghujung tahun 2007, Yovie kembali menggunakan nama Yovie & Nuno dan merekrut Dikta sebagai vokalis pendamping Dudi.
Pada tahun yang sama, mereka meluncurkan album The Special One, yang sukses besar dan menjadi tonggak popularitas mereka di belantika musik Indonesia.
Formasi Yovie & Nuno sempat berganti-ganti, hingga kemudian Yovie Widianto memutuskan keluar dari grup itu pada 8 Februari 2019.
Meskipun tidak lagi menjadi personel di depan panggung, Yovie tetap berperan sebagai produser dan berada di balik layar produksi Yovie & Nuno.
Yovie diketahui juga pernah membentuk 5 Romeo.
Sepanjang karier, musisi legendaris itu menjadi pencipta lagu yang sangat produktif.
Dia sukses mengorbitkan nama-nama besar seperti Rio Febrian, Audy, Rossa, Glenn Fredly, Chrisye, Lyodra, Tiara Andini, dan masih banyak lagi.
Organisasi Musisi
Pada tahun 2000, Yovie merilis album Kumpulan Karya Terbaik Yovie Widianto, diikuti A Portrait of Yovie (2005) yang menampilkan lagu-lagu terbaiknya dibawakan penyanyi kenamaan.
Sebagai penghargaan atas kariernya, ia sempat menggelar konser akbar seperti A Mild Live The Magical Journey Of Yovie Widianto (2006) dan konser 30 tahun berkarya (2013).
Yovie juga aktif di organisasi profesi musisi.
Ia tergabung dalam kepengurusan FESMI (Federasi Serikat Musisi Indonesia) pimpinan Candra Darusman dan sempat menjabat sebagai ketua umum pada 2023.
Sebelum penunjukannya sebagai Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero), Yovie Widianto telah dilantik sebagai Staf Khusus Presiden di bawah Presiden Prabowo Subianto pada 22 Oktober 2024.
Penunjukan ini menambah daftar panjang figur publik yang kini terlibat dalam jajaran komisaris BUMN.
Dalam jajaran komisaris baru PT Pupuk Indonesia (Persero), Yovie akan bergabung dengan sejumlah tokoh lain.
Di antaranya adalah Sudaryono (Komisaris Utama, yang juga Wakil Menteri Pertanian), Rachlan S Nashidik, Irfan Ahmad Fauzi, Suwandi, Febrio Nathan Kacaribu, Iwan Sumule, Nurul Ichwan, Muhammad Rizal Kamal, dan Immanuel Ebenezer Gerungan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria