Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Harta Kekayaan Kuok Khoon Hong, Pendiri Wilmar Group yang Kembalikan Rp11,8 Triliun ke Negara

Syahaamah Fikria • Sabtu, 21 Juni 2025 | 02:07 WIB
Kuok Khoon Hong.
Kuok Khoon Hong.

RADARSOLO.COM – Nama Kuok Khoon Hong kembali menjadi sorotan publik menyusul pengembalian dana fantastis senilai Rp11,8 triliun ke negara oleh lima anak perusahaan Wilmar Group.

Kasus ini terkait dugaan penyalahgunaan fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya yang terjadi pada tahun 2022 lalu.

Di balik gurita bisnis raksasa yang kini jadi perbincangan, ada sosok Kuok Khoon Hong, seorang taipan yang juga salah satu pendiri Wilmar Group dan kini memiliki kekayaan puluhan triliun rupiah.

Jejak Awal dan Lahirnya Wilmar Group

Kuok Khoon Hong bukanlah nama asing di dunia bisnis. Ia berasal dari keluarga pebisnis terkemuka.

Kuok Khoon Hong adalah keponakan dari taipan legendaris Asia Tenggara, Robert Kuok, yang dijuluki sebagai "Raja Gula Asia".

Pada tahun 1991, Kuok Khoon Hong bersama dengan Martua Sitorus, memulai perjalanan bisnis mereka dari nol.

Mereka mendirikan Wilmar International Limited.

Nama "Wilmar" sendiri merupakan gabungan unik dari nama panggilan Kuok ("William") dan nama depan Martua.

Perusahaan ini bermula dengan modal disetor hanya 100.000 dolar Singapura dan lima karyawan.

Namun, dari titik itulah, Wilmar tumbuh menjadi perusahaan raksasa di sektor perkebunan dan pengolahan minyak sawit mentah (CPO) yang beroperasi di berbagai negara.

Meskipun Wilmar Group memiliki operasi dan pemasaran yang luas, termasuk di Indonesia, Kuok Khoon Hong dan Martua Sitorus memilih untuk mencatatkan Wilmar International Limited di pasar saham Singapura (Singapore Exchange) sejak tahun 2006.

Harta Kekayaan Kuok Khoon Hong

Di bawah kendali Kuok Khoon Hong yang berkantor di Singapura, Wilmar International Ltd mengelola seluruh rantai pasok sawit, dari hulu hingga hilir.

Ini mencakup pengelolaan perkebunan-perkebunan di Sumatera dan Kalimantan, pabrik-pabrik penyulingan minyak di China, hingga distribusi produk minyak goreng di berbagai supermarket di Afrika.

Produk-produk Wilmar yang dikenal di Indonesia antara lain minyak goreng Sania, Fortune, dan Sovia, serta tepung terigu Sania.

Kini, Wilmar telah memiliki lebih dari 500 pabrik dengan jaringan distribusi yang luas mencakup China, India, Indonesia, dan lebih dari 50 negara lainnya.

Selain Wilmar, Kuok Khoon Hong juga memiliki investasi di sektor lain.

Ia tercatat memiliki saham di Yanlord Land, sebuah perusahaan properti milik Zhong Sheng Jian.

Kuok Khoon Hong juga berinvestasi di Perennial Real Estate Holdings dan turut menguasai Aviva Tower di London bersama Martua Sitorus.

Salah satu langkah strategis besar yang pernah ia lakukan adalah melakukan IPO anak usaha Wilmar di China, Yihai Kerry Arawana, yang berhasil menggalang dana USD2,1 miliar melalui Bursa Shenzhen pada tahun 2020.

Dengan segudang capaian bisnis global tersebut, tak heran jika Kuok Khoon Hong masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.

Berdasarkan informasi dari laman Forbes per 20 Juni 2025, Kuok Khoon Hong tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar USD3,4 miliar atau sekitar Rp54,4 triliun.

Dengan jumlah tersebut, lelaki 75 tahun itu menempati posisi ke-1.124 dalam daftar orang terkaya dunia versi Forbes. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#ekspor #harta kekayaan #forbes #Kuok Khoon Hong #miliarder #wilmar group #Martua Sitorus #korupsi