Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sosok Juliana Marins, Wanita Asal Brasil yang Jatuh ke Jurang Gunung Rinjani, Namanya Trending di Media Sosial

Nur Pramudito • Rabu, 25 Juni 2025 | 16:22 WIB
Sosok Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang hilang di Rinjani, ditemukan meninggal di jurang 600 meter. Evakuasi dijadwalkan Rabu pagi
Sosok Juliana Marins, pendaki asal Brasil yang hilang di Rinjani, ditemukan meninggal di jurang 600 meter. Evakuasi dijadwalkan Rabu pagi

RADARSOLO.COM - Sosok Juliana Marins, wanita asal Brazil yang jatuh ke jurang di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Juliana Marins merupakan wanita kelahiran 1998. Ia kini berusia 27 tahun.

bernama lengkanp Juliana De Souza Pereira Marins tinggal di Niterói, Rio de Janeiro, Brazil.

Insiden yang menimpa Juliana Marins menjadi sorotan dunia internasional.

Semua dimulai saat keluarga Juliana Marins membuat akun Instagram bernama @resgatejulianamarins, arti dalam bahasa Indonesia @penyelamatanjulianamarins.

Akun tersebut dibuat oleh keluarga pada Senin (23/6/2025), untuk mengupdate perkembangan proses penyelamatan Juliana Marins.

Hingga Selasa (24/6/2025), akun @resgatejulianamarins sudah memiliki 1,6 juta pengikut.

Update Proses Penyelamatan

Berikut update pencarian pendaki yang jatuh ke jurang di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tim SAR sudah melakukan pencarian terhadap korban bernama Juliana Marins alias JDSP (27), sejak Sabtu (21/6/2025) sore sekira pukul 15.00 Wita.

Titik terang keberadaan Juliana Marins muncul, pada hari Senin (23/6/2025) pukul 07.05 Wita.

Tim SAR berhasil menemukan tubuh warga negara Brazil itu. Akan tetapi, kondisi Juliana Marins dilaporkan tidak bergerak.

Tim SAR belum bisa memastikan korban masih hidup atau sudah meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi menjelaskan, keberadaan Juliana Marins ditemukan oleh drone thermal.

"Tim SAR gabungan berhasil menemukan survivor dengan visualisasi drone thermal," katanya, dikutip dari ANTARA, Selasa (24/6/2025).

Hariyadi membeberkan alasan kenapa Juliana Marins tak kunjung dievakuasi.

Ia mengakui tim SAR gabungan menghadapi tantangan, utamanya karena medan yang ekstrem.

Hal tersebut diperparah dengan cuaca di lokasi kejadian yang berkabut.

"Kami terkendala medan yang ekstrim dan berkabut di sekitar lokasi kejadian," katanya.

Hal senada juga diamini oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Yarman.

Ia membantah pihaknya terlambat terjun ke lokasi kejadian.

"Bukannya kita terlambat tapi ini karena cuaca," tegasnya.

Jumlah Personil Hingga Opsi Helikopter

Yarman menguraikan, total sebanyak 50 personil diturunkan untuk mencari keberadaan Juliana Marins.

Mereka berasal dari Kantor SAR Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, BPBD Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Damkar, Relawan Rinjani, hingga porter.

Yarman menyebut, jumlah tim penyelamat akan ditambah setiap harinya.

Terkait opsi penyelamatan menggunakan helikopter, pihak BTNGR belum bisa memastikan.

Yarman mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, terlebih dahulu.

“Opsi itu ada tadi disampaikan pak Gubernur, itu masih dikomunikasikan,” katanya.

"Perlu ada kesiapan pilot dan nanti koordinasi, termasuk dengan PT Amman," tambah Yarman.
.
Kabar Terbaru Evakuasi Juliana Marins

Tim SAR berhasil menemukan Juliana dalam kondisi meninggal dunia di kedalaman 600 meter di sekitar titik Cemara Nunggal, jalur menuju puncak Rinjani.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa proses pencarian sempat berjalan dramatis dan penuh tantangan.

"Pada pukul 16.52 WITA, tujuh orang rescuer berhasil menjangkau kedalaman 400 meter," Syafii dalam keterangan resminya, Selasa (24/6/2025).

"Pukul 18.00 WITA, satu rescuer atas nama Khafid Hasyadi berhasil mencapai kedalaman 600 meter dan menemukan korban," kata Syafii.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan," ujar syafii.

Proses evakuasi sempat akan dilakukan langsung, namun terkendala cuaca ekstrem.

Pukul 19.00 WITA, dengan jarak pandang yang sangat terbatas, diputuskan bahwa evakuasi korban ditunda hingga Rabu pagi, 25 Juni 2025, pukul 06.00 WITA.(np)

Editor : Nur Pramudito
#evakuasi #brasil #wna #Juliana Marins #gunung rinjani #Sosok #Juliana #pendaki