Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Malam 1 Suro, Apa Saja yang Tak Boleh Dilakukan? Percaya Gak Percaya, Ini Larangan yang Masih Dipatuhi Banyak Orang

Syahaamah Fikria • Kamis, 26 Juni 2025 | 23:33 WIB
Ilustrasi peringatan malam 1 Suro.
Ilustrasi peringatan malam 1 Suro.

RADARSOLO.COM – Malam ini, Kamis, 26 Juni 2025, selepas Magrib, masyarakat Jawa akan memasuki momen Malam 1 Suro.

Malam ini, yang menjadi penanda Tahun Baru Jawa (bertepatan dengan 1 Muharram 1447 Hijriah), diyakini sebagai waktu di mana batas antara dunia nyata dan gaib menjadi sangat tipis.

Bagi sebagian besar warga Jawa, Malam 1 Suro bukan sekadar pergantian kalender.

Momen ini adalah periode ketika energi spiritual diyakini bergeser signifikan, membuat suasana terasa angker dan keramat.

Karena keyakinan ini, berbagai tradisi spiritual seperti tirakat, ziarah kubur, dan doa bersama dilakukan.

Namun, bersamaan dengan itu, berkembang pula serangkaian larangan dan mitos yang diwariskan turun-temurun.

Mitos-mitos ini dipercaya dapat menghindarkan seseorang dari bala atau kesialan.

Lantas, apa saja larangan dan kepercayaan yang mengiringi Malam 1 Suro ini? Percaya atau tidak, laranganini adalah bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Jawa.

Mengapa Malam 1 Suro Dianggap Angker?

Masyarakat Jawa meyakini bahwa pada Malam 1 Suro, dunia gaib dan dunia manusia saling bersinggungan.

Energi mistis dianggap sangat kuat, dan beberapa kepercayaan mengatakan arwah leluhur bisa turun ke dunia untuk memberikan berkah atau perlindungan.

Kepekaan batin yang meningkat di malam ini juga membuat sebagian orang lebih merasakan kehadiran makhluk halus.

Oleh karena itu, banyak yang mengisi malam ini dengan laku spiritual dan introspeksi diri.

Larangan dan Mitos yang Melekat pada Malam 1 Suro

Seiring dengan kesakralan dan nuansa mistisnya, berbagai larangan dan mitos telah berkembang di sekitar Malam 1 Suro.

Ini adalah kepercayaan yang diwariskan untuk menjaga keselamatan dan keberuntungan.

1. Larangan Keluar Rumah Tanpa Tujuan Mendesak

Salah satu mitos paling populer adalah kepercayaan bahwa keluar rumah pada Malam 1 Suro dapat mengundang bahaya atau kesialan.

Konon, ini adalah waktu di mana para dukun atau pelaku pesugihan mencari 'tumbal' untuk kekayaan atau kesaktian mereka.

Banyak orang Jawa, terutama mereka yang memiliki weton tertentu, memilih untuk tetap berada di dalam rumah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan atau pertemuan dengan entitas gaib.

2. Tidak Boleh Berisik atau Berkata Kasar (Tapa Bisu)

Suasana Malam 1 Suro dianjurkan untuk diisi dengan keheningan dan perenungan.

Dalam beberapa tradisi, seperti di Keraton Yogyakarta, masyarakat melakukan ritual tapa bisu, yaitu diam seribu kata, tanpa berbicara, makan, minum, bahkan merokok.

Hal ini merupakan bentuk laku spiritual yang merefleksikan keheningan batin dan kehati-hatian dalam setiap tindakan dan ucapan.

Membuat kegaduhan atau berkata kasar diyakini dapat mengganggu energi sakral malam tersebut.

3. Tidak Menggelar Pesta atau Pernikahan

Masyarakat Jawa secara turun-temurun menghindari mengadakan hajatan atau pesta besar, terutama pernikahan, pada Malam 1 Suro.

Melakukan perayaan yang bersifat hura-hura pada waktu ini diyakini dapat membawa malapetaka atau nasib buruk bagi yang menggelarnya.

Larangan ini telah diwariskan sejak masa Sultan Agung, yang menganjurkan masyarakat untuk menyepi dan berdoa pada malam yang dianggap sakral ini.

3. Larangan Pindah Rumah

Malam 1 Suro juga dianggap sebagai waktu yang tidak baik untuk memulai hal baru yang bersifat besar, termasuk pindah rumah.

Masyarakat percaya bahwa perpindahan tempat tinggal di malam tersebut dapat mendatangkan kesialan atau ketidakberuntungan bagi penghuninya di kemudian hari.

Larangan-larangan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Jawa, merefleksikan kepercayaan akan keselarasan manusia dengan alam semesta dan dunia gaib.

Percaya atau tidak, larangan dan mitos yang menyertai peringatan Malam 1 Suro ini sudah ada dan turun temurun.

Bisa juga memandangnya sebagai kearifan lokal dan tradisi, untuk memperkaya wawasan tentang keberagaman budaya Indonesia. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#keramat #mitos malam 1 suro #malam 1 suro #1 suro #Tahun baru Jawa #angker #larangan malam 1 suro