RADARSOLO.COM - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria mengaku bagian dari 'ring satu' Istana dan memamerkan benda mirip pistol di Depok mendadak viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di tengah perselisihan lahan di kawasan Kampung Kepupu, Rangkapan Jaya Lama, Pancoran Mas, Kota Depok.
Dalam video berdurasi pendek yang beredar Senin (30/6/2025), pria berbaju abu-abu dan celana jeans tersebut tampak terlibat adu argumen dengan beberapa warga.
Di tengah adu mulut, pria itu mengklaim dirinya sebagai bagian dari lingkaran dalam kekuasaan.
“Saya kan hanya pembantu ya, memang saya juga orang pemerintah, saya ring satunya istana sebenarnya, ini buktinya saya punya begini,” ucap pria sambil memperlihatkan benda menyerupai pistol dari balik bajunya.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi warga.
Salah satu dari mereka dengan tegas menantangnya pria itu.
“Mau nembak gua? Tembak gua,” teriak warga yang merasa diancam itu.
Diduga Terjadi di Lahan Proyek Pembangunan MTs
Narasi yang menyertai video menyebut insiden itu terjadi di lokasi proyek pembangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs), dengan latar alat berat yang sedang beroperasi.
Meski belum ada konfirmasi pasti soal waktu kejadian, kasus ini telah menyedot perhatian publik dan menjadi sorotan aparat.
Polisi Buru Pria yang Pamer Pistol
Menanggapi video yang viral tersebut, Polres Metro Depok segera bertindak.
Pihak kepolisian menyatakan tengah memburu keberadaan pria yang mengaku sebagai orang dekat Istana itu.
“Kami sedang melacak keberadaan pria tersebut. Tim kami juga tengah mengklarifikasi kebenaran klaimnya terkait status 'ring satu Istana',” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Bambang Prakoso, Senin (30/6/2025).
Bambang menambahkan, jika ditemukan unsur pidana dalam tindakan pria tersebut, proses hukum akan dijalankan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami harap masyarakat bersabar. Bila peristiwa ini memenuhi unsur tindak pidana, akan kami tindak setegas-tegasnya,” tegasnya.
Polisi Sudah Periksa 3 Saksi
Hingga saat ini, 3 saksi dari pihak warga yang terekam dalam video telah dimintai keterangan.
Polisi masih terus mendalami motif dan latar belakang kejadian sambil mengejar keberadaan pelaku utama.
“Kami sudah periksa tiga saksi bukan pelaku yang ada dalam video. Saat ini kami sedang mengumpulkan bukti dan klarifikasi lebih lanjut,” tambah Bambang.
Publik Diminta Tak Terprovokasi
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh aksi-aksi intimidatif seperti ini.
Warga diminta untuk segera melaporkan jika menemukan hal serupa agar dapat ditangani aparat penegak hukum secara profesional. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria