Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bagaimana Hubungan Topan Ginting dengan Bobby Nasution? "Ketua Kelas" Kini Jadi Tersangka Korupsi, Simpan Pistol dan Uang Miliaran!

Syahaamah Fikria • Jumat, 4 Juli 2025 | 04:03 WIB
Bobby Nasution saat menjabat Wali Kota Medan bersama Topan Ginting (masih menjabat Pj Sekda Kota Medan) meninjau underpass HM Yamin di Medan, Sumatera Utara, 15 Januari lalu.
Bobby Nasution saat menjabat Wali Kota Medan bersama Topan Ginting (masih menjabat Pj Sekda Kota Medan) meninjau underpass HM Yamin di Medan, Sumatera Utara, 15 Januari lalu.

RADARSOLO.COM - Nama Topan Obaja Putra Ginting alias Topan Ginting tengah jadi pusat sorotan publik usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek jalan di Sumatera Utara (Sumut).

Bukan sekadar pejabat biasa, Topan disebut-sebut sebagai sosok yang sangat dekat dengan Gubernur Sumut Bobby Nasution.

Bahkan di kalangan internal, ia dijuluki “ketua kelas” karena sering dipercaya memegang jabatan strategis dalam pemerintahan.

Penangkapan Topan oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis, 26 Juni 2025, mengguncang publik.

Pasalnya, ia merupakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumut yang baru menjabat kurang dari lima bulan setelah dilantik langsung oleh Bobby pada Februari 2025.

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena Topan Ginting adalah kepala dinas ketiga yang menjadi tersangka korupsi hanya dalam empat bulan kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution.

Lantas, bagaimana sepak terjang Topan Ginting, hubungannya dengan Bobby Nasution, dan detail kasus yang menjeratnya?

Jejak Karier Cemerlang Sang "Anak Emas" Bobby Nasution

Dr Topan Obaja Putra Ginting, SSTP, MSP, lahir pada 7 April 1983.

Di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Pemkot Medan dan Pemprov Sumut, ia dijuluki sebagai "ketua kelas" karena kedekatannya dengan menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution.

Sejak Bobby Nasution menjabat Wali Kota Medan, karier Topan melejit pesat di lingkungan birokrasi Sumut.

Ia selalu berada di lingkaran pertama Bobby dan mengerjakan proyek-proyek penting.

Sebuah cuitan akun X @opposisi6890 bahkan mengungkap berbagai sepak terjang karier Topan sebagai "anak emas" Bobby Nasution dalam pemerintahan:

- ASN: Memulai tugas sebagai ASN di Pemkot Medan setelah lulus STPDN.

- Kasubbag Protokol: Menjabat Kasubbag Protokol Bagian Umum Pemko Medan setelah Bobby Nasution jadi Wali Kota.

- Kabid Kominfo: Terus meningkat menjadi Kepala Bidang di Dinas Komunikasi dan Informatika.

- Camat: Dilantik menjadi Camat Medan pada tahun 2019.

- Kepala Dinas PU Kota Medan: Jabatan Topan melesat menjadi Kepala Dinas PU Kota Medan, posisi strategis selama Bobby Nasution menjabat Wali Kota.

- Plt Sekda Kota Medan: Diangkat menjadi Plt Sekretaris Daerah Kota Medan pada April 2024, menggantikan Wirya Airahman.

Puncaknya, hanya berselang empat hari setelah Bobby Nasution dilantik menjadi Gubernur Sumut, Topan Ginting langsung diangkat menjadi Kepala Dinas PUPR Sumut pada 24 Februari 2025.

Sepanjang kariernya mendampingi Bobby, Topan sudah beberapa kali diterjang isu dugaan korupsi, namun selalu berhasil lolos.

Uang Rp2,8 Miliar dan Dua Senjata Api

Jejak keberuntungan Topan Ginting terhenti pada Kamis (26/6/2025).

KPK melakukan OTT di wilayah Sumut dan berhasil mengamankan lima tersangka kasus korupsi pembangunan dan pemeliharaan jalan di lingkungan Dinas PUPR Sumut dan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Sumut.

Total nilai proyek yang diselidiki mencapai Rp231,8 miliar. Topan Ginting menjadi salah satu tersangka utama dalam kasus ini.

Diduga, Topan telah menerima Rp2 miliar sebagai pembayaran awal dari total komisi 4-5 persen, atau berkisar antara Rp9 miliar hingga Rp11 miliar, dari total nilai proyek Rp231,8 miliar.

Yang lebih mengejutkan, dalam penggeledahan di rumah mantan Kadis PUPR Kota Medan itu, tim KPK menemukan barang bukti uang tunai miliaran rupiah dan dua pucuk senjata api.

"Dalam penggeledahan tersebut tim mengamankan sejumlah uang senilai sekitar Rp2,8 miliar dan juga mengamankan 2 senjata api yang tentu nanti akan dikoordinasikan oleh KPK dengan pihak kepolisian," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Rabu (2/7/2025).

Budi merinci, senjata api yang ditemukan berupa satu pistol Baretta dengan amunisi 7 butir, satu senapan angin dengan amunisi air gun sejumlah 2 pak.

Sertata uang tunai sejumlah 28 pak dengan nilai total Rp2,8 miliar. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#ott #proyek jalan #kpk #Ketua Kelas #bobby nasution #Anak Emas #sumut #Topan Ginting #korupsi