Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kapan 10 Muharram 2025? Cek Tanggal, Keutamaan dan Amalan yang Disunahkan

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 4 Juli 2025 | 19:57 WIB

Khutbah Jumat 20 Juni 2025 bertema menyambut bulan Muharram 1447 H, ajakan memperkuat iman dan semangat hijrah sejak awal tahun.
Khutbah Jumat 20 Juni 2025 bertema menyambut bulan Muharram 1447 H, ajakan memperkuat iman dan semangat hijrah sejak awal tahun.

RADARSOLO.COM– Bulan Juli 2025 menjadi momen penting bagi umat Islam karena menandai perjalanan bulan Muharram menuju awal Safar 1447 H.

Sebagai salah satu bulan suci dalam Islam, Muharram memiliki banyak keutamaan, terutama dalam amalan puasa sunnah.

Namun di Indonesia, penetapan awal Muharram tahun ini mengalami perbedaan antara Pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) dengan Muhammadiyah.

Baca Juga: Kapan Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram 2025? Cek Jadwal dan Bacaan Niat Lengkap Arab, Latin, Artinya

Perbedaan Awal Muharram 1447 H

Perbedaan ini berpengaruh terhadap jadwal pelaksanaan ibadah seperti puasa Tasu’a dan Asyura, serta kegiatan keagamaan lainnya.


Jadwal Kalender Hijriah 1447 H (Versi Muhammadiyah)

Berikut daftar tanggal penting Muharram versi Muhammadiyah mulai 26 Juni 2025:

Tanggal Masehi Tanggal Hijriah Keterangan
26 Juni 2025 1 Muharram 1447 H Tahun Baru Islam
4 Juli 2025 9 Muharram 1447 H Puasa Tasu’a
5 Juli 2025 10 Muharram 1447 H Puasa Asyura
8-10 Juli 2025 13–15 Muharram 1447 H Ayyamul Bidh (puasa putih)
25 Juli 2025 30 Muharram 1447 H Akhir Muharram

Hari-Hari Penting dan Amalan Bulan Muharram

1. Puasa Asyura (10 Muharram)

“Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

2. Puasa Tasu’a (9 Muharram)
Disunnahkan untuk menyelisihi amalan orang Yahudi yang juga berpuasa pada 10 Muharram.

Baca Juga: Tahun Baru Islam 2025: 5 Hadist Ini Membahas Keutamaan dan Anjuran untuk Melaksanakan di Bulan Muharram

3. Ayyamul Bidh (13–15 Muharram)
Merupakan puasa sunnah tengah bulan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.


Awal Safar 1447 H dan Amalan Sunnah

Bulan Safar seringkali diasosiasikan dengan musibah atau kesialan.

Namun dalam Islam tidak ada hari sial. Justru, perbanyak doa, dzikir, dan amalan sunnah seperti sedekah dan shalat sunnah dianjurkan di awal Safar. (wa)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#10 muharram 2025 #Ayyamul Bidh #puasa asyura #puasa tasua #keutamaan