Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Parah! Kronologi Petugas Damkar Bekasi Kena Prank: Diminta Evakuasi Ular Besar, Ujungnya Malah Dimaki Debt Collector Pinjol

Syahaamah Fikria • Selasa, 8 Juli 2025 | 02:06 WIB
Ilustrasi petugas Damkar evakuasi ular.
Ilustrasi petugas Damkar evakuasi ular.

RADARSOLO.COM – Sebuah insiden tak menyenagkan menimpa petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang menjadi korban laporan palsu atau prank.

Bermula dari permintaan evakuasi ular, namun petugas Damkar Bekasi berakhir dengan dimaki-maki oleh debt collector alias penagih utang pinjol.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (5/7/2025), saat petugas Damkar menerima panggilan atau permintaan untuk evakuasi ular.

Petugas Damkar Bekasi, Adi Nugroho, menceritakan pada Sabtu (5/7/2025), pihaknya menerima laporan via telepon yang meminta evakuasi ular di dalam septic tank di wilayah Setu, Bekasi.

Penelepon terdengar sangat ketakutan, menyebut ular itu besar, dan memberikan alamat serta share location rumah.

"Si pelapor ini bilang 'cepet Pak ularnya gede ini dalam septic tank, kita takut' gitu. Makannya kita segera kan luncur ke sana," jelas Adi Nugroho.

Damkar pun bergegas ke lokasi, dengan asumsi ada bahaya nyata yang mengancam warga.

Namun, sesampai di lokasi yang diberikan, fakta yang terjadi justru tak sesuai.

Pemilik rumah yang dicantumkan oleh penelepon mengaku tidak pernah membuat laporan tersebut.

Petugas Damkar lantas mencoba menghubungi kembali sang penelepon untuk klarifikasi.

Detik-detik Kena Prank

Saat petugas Damkar menghubungi kembali, penelepon meminta untuk disambungkan dengan pemilik rumah.

Di sinilah akal-akalan licik DC pinjol terungkap.

Anggota Damkar mencoba memancing informasi dan berpura-pura menjadi pemilik rumah.

Saat telepon diangkat oleh anggota yang menyamar, penelepon langsung menodong

"Kamu Iwan ya?" kata si penelepon kepada petugas damkar yang berpura-pura jadi pemilik rumah.

Tiba-tiba penelepon itu langsung melontarkan kata-kata dan makian gitu kepada petugas yang berpura-pura itu.

"Macem-macem lah 'bayar utang lu'," imbuh Adi Nugroho.

Seketika itu, petugas Damkar menyadari bahwa mereka telah menjadi korban prank.

Mereka ditipu oleh debt collector pinjol yang menggunakan alasan darurat palsu (ular di septic tank) hanya untuk memancing targetnya mengangkat telepon dan kemudian menagih utang dengan makian.

"Akhirnya kita sadar, ini DC pinjol," ucap Adi.

Setelah itu, telepon langsung dimatikan, dan tim Damkar kembali ke markas.

Adi Nugroho sempat mencoba menghubungi nomor tersebut lagi. Awalnya, panggilan tidak diangkat. Namun, Adi mencoba menelepon kembali, dan diangkat.

"Saya bilang 'pak izin saya dari pemadam kebakaran,' dia cuman bilang 'ya udah kan, ya udah kan', lalu telepon dimatiin gitu," jelasnya.

Adi Nugroho sangat menyayangkan ulah penelepon yang membuat laporan palsu ini.

Sebab, pembuatan laporan palsu ke layanan darurat seperti Damkar adalah tindakan serius yang dapat menghambat respons terhadap keadaan darurat yang sebenarnya dan membahayakan keselamatan publik.

Saat ini, pihak Damkar Bekasi masih berdiskusi terkait tindak lanjut yang akan diambil.

Termasuk kemungkinan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki identitas dan motif penelepon tersebut. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#debt collector #prank #damkar bekasi #utang #evakuasi ular #damkar