RADARSOLO.COM - Fakta-fakta baru terungkap dalam kasus kematian tragis Brigadir Nurhadi di Gili Trawangan, Lombok.
Salah satu tersangka, Misri Puspita Sari, mengungkap kronologi kejadian yang melibatkan dua polisi aktif: Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Candra.
Lewat kuasa hukumnya, Yan Mangandar Putra, Misri mengaku diajak ikut liburan oleh Kompol I Made Yogi Purusa Utama dengan bayaran Rp10 juta.
Namun, liburan itu berujung kematian seorang anggota polisi.
Pihak Polda NTB telah menetapkan ketiganya sebagai tersangka, dan berdasarkan keterangan serta hasil forensik, Brigadir Nurhadi diduga meninggal karena dicekik.
Kronologi Lengkap Kematian Brigadir Nurhadi Menurut Misri Puspita Sari
Berikut kronologi kejadian yang dirangkum dari pengakuan Misri dalam dokumen Aliansi Reformasi Polri untuk Masyarakat NTB:
Selasa, 15 April 2025
Yogi menghubungi Misri yang sedang berada di Bali via Instagram dan WhatsApp.
Ia diajak ke Gili Trawangan dengan imbalan Rp10 juta untuk menemani selama dua hari.
Rabu, 16 April 2025
Pukul 13.30 WITA
Misri Puspita Sari tiba di Lombok menggunakan speedboat.
Dijemput oleh Nurhadi, lalu bersama Yogi, Haris, dan Putri (saksi P), menuju Pelabuhan Teluk Nare.
Dalam perjalanan, Misri dan Putri menenggak obat penenang Riklona, serta mengonsumsi ekstasi (Inex) yang disediakan oleh Yogi.
Mereka juga membawa minuman keras jenis Tequila.
Pukul 15.30 WITA
Rombongan tiba di Gili Trawangan.
Yogi dan Misri menginap di Vila Tekek – The Beach House, Haris, Putri, dan Nurhadi di Natya Hotel.
Pukul 16.30 WITA
Semua berkumpul di Vila Tekek dan berendam di kolam sambil mengonsumsi alkohol, Riklona, dan ekstasi.
Nurhadi sempat mencium Putri, yang ditegur oleh Misri Puspita Sari.
Pukul 16.50 WITA
Nurhadi disuruh membeli minuman keras oleh Yogi dan Haris.
Pukul 17.20 WITA
Nurhadi meminta tambahan ekstasi kepada Yogi.
Pukul 18.20 WITA
Haris dan Putri kembali ke hotel, Yogi tidur di kamar, Misri main HP di dekat kolam, Nurhadi masih di kolam.
Pukul 18.20 – 19.55 WITA
Haris sempat datang dua kali ke Vila Tekek, salah satunya masuk ke kolam sambil video call.
Pukul 19.55 WITA
Misri Puspita Sari merekam Nurhadi sendirian di kolam dalam keadaan baik-baik saja.
Setelah itu, Misri masuk ke kamar dan ke kamar mandi sekitar 20 menit.
Pukul 20.40 WITA
Misri keluar dari kamar mandi, duduk bersama Yogi di teras.
Ia meminta agar Haris dan Putri kembali ke vila.
Pukul 21.00 WITA
Misri berjalan ke kolam dan melihat Nurhadi di dasar kolam dalam kondisi tidak bergerak.
Ia berteriak memanggil Yogi yang kemudian terjun ke kolam dan mencoba menyelamatkan Nurhadi.
Pukul 21.05 WITA
Haris datang dan sibuk menelepon.
Pukul 21.15 WITA
Dokter Lingga dari Warna Medika Gili Trawangan datang memberi pertolongan medis.
Haris kemudian meminta Misri masuk ke kamar, di mana ia mendapati semua barangnya sudah dikemasi dalam koper.
Misri lalu diantar ke Natya Hotel tempat Putri menginap.
Jumat, 18 April 2025
Pukul 20.40 WITA
Kompol I Made Yogi Purusa Utama mentransfer uang Rp10 juta ke Misri, sebagai bayaran atas jasa menemaninya selama di Gili Trawangan.
Keterangan Misri kini menjadi bagian penting dalam pengungkapan kematian Brigadir Nurhadi.
Rekaman yang sempat dibuat Misri menjadi salah satu alat bukti kunci dalam penyidikan.
Tim forensik menyimpulkan korban meninggal akibat cekikan, bukan tenggelam biasa.
Kasus ini terus dikembangkan oleh Polda NTB dengan dukungan ahli forensik dan keterangan 18 saksi.(np)
Editor : Nur Pramudito