RADARSOLO.COM – Nama Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief menjadi sorotan publik usai viral dirinya yang marah gara-gara insiden pelepasan balon saat pelantikan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Dalam video tersebut, Fadhil terdengar marah karena para peserta pelantikan PPPK melepaskan balon sebelum aba-aba untuk pelepasan balon.
Di mana saat itu para peserta melepaskan balon lantaran mendengarkan aba-aba "satu, dua, tiga" dari MC acara.
"Itu bukan aba-aba untuk melepas balon, tapi foto bersama!" teriak pemandu acara dalam video yang diunggah akun Instagram @folknoha, Selasa (15/7/2025).
Atas insiden itu, dikabarkan Bupati Batanghari sampai menunda penyerahan surat keputusan atau SK PPPK.
Namun, Bupati Fadhil Arief kemudian memberi klarifikasi jika dirinya tidak menahan SK PPPK karena kejadian itu.
“SK itu memang tidak dibagikan di lapangan agar tidak salah orang. Tetap dibagikan di masing-masing kantor instansi,” ujar Fadhil, Selasa (15/7/2025).
Meski begitu, sang bupati tak menutupi rasa kecewanya terhadap para pegawai yang dinilainya kurang tertib saat pelantikan.
Lantas, bagaimana sebenarnya sosok Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief?
Profil Bupati Batanghari
Muhammad Fadhil Arief lahir pada 1 Juni 1975.
Ia memulai karier sebagai ASN di lingkungan Pemkab Batanghari. Lulusan Ilmu Ekonomi dari Universitas Jambi (UNJA) ini meniti jenjang birokrasi dari bawah.
Mulai dari menjabat sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) di Maro Sebo Ilir tahun 2010–2011, hingga menjadi Camat di wilayah yang sama selama dua tahun berikutnya.
Kariernya terus menanjak. Tahun 2014, Fadhil dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendapatan Daerah Batanghari.
Lalu menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) pada 2017–2018.
Setelah itu, ia hijrah ke Kabupaten Muaro Jambi untuk menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) hingga 2020.
Tak lama kemudian, Fadhil memutuskan pensiun dari ASN dan terjun ke dunia politik.
Dua Kali Menang Pilkada Batanghari
Fadhil mundur dari ASN karena akan mencalonkan diri sebagai Bupati Batanghari dalam Pilkada 2020.
Dia berpasangan dengan Bakhtiar, mantan Sekda Kabupaten Batanghari.
Duet dua birokrat ini diusung oleh koalisi PKB, PPP, dan NasDem. Mereka memenangkan kontestasi dan dilantik pada 26 Februari 2021 oleh Pj Gubernur Jambi.
Pada periode keduanya, Fadhil dan Bakhtiar kembali maju dalam Pilkada 2024 dan menjadi satu-satunya pasangan calon yang bertarung melawan kotak kosong.
Mereka berhasil meraih kemenangan telak dengan perolehan suara 77,83 persen (114.674 suara).
Keduanya dilantik secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Aktif di Organisasi
Tak hanya aktif di pemerintahan, Fadhil juga dikenal sebagai tokoh organisasi.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) serta dipercaya sebagai Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jambi.
Sejak 17 Juni 2021, ia juga tercatat sebagai Ketua DPW PPP Provinsi Jambi.
Viral karena Insiden Balon
Namanya kembali mencuat usai insiden dalam pelantikan PPPK pada Senin (14/7/2025), di mana ribuan peserta melepas balon lebih awal dari jadwal.
Momen tersebut memicu kekecewaan Bupati Fadhil, hingga beredar isu bahwa ia menahan SK pegawai.
Namun, Fadhil buru-buru meluruskan kabar tersebut.
Ia menegaskan bahwa pembagian SK tetap dilakukan, hanya saja tidak dibagikan di lokasi pelantikan demi alasan teknis. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria