Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Mengapa Banyak yang Tergoda Klik Link Video Viral Andini Permata 2 Menit 31 Detik?

Syahaamah Fikria • Rabu, 16 Juli 2025 | 03:28 WIB
Ilustrasi link palsu video viral.
Ilustrasi link palsu video viral.

RADARSOLO.COM - Viralnya video asusila berdurasi 2 menit 31 detik yang diduga menampilkan sosok Andini Permata mengundang kehebohan luar biasa di media sosial.

Puluhan tautan tersebar, dan tidak sedikit netizen tergoda untuk mengklik link yang berisi janji video lengkap Andini Permata.

Padahal, sebagian besar link tersebut terbukti palsu, berisi malware, scam, bahkan jebakan phising.

Lantas, mengapa masih banyak orang yang tergoda mengakses tautan video tersebut, meski sudah jelas berisiko?

Efek "Forbidden Fruit"

Dalam ilmu psikologi disebut Forbidden Fruit Effect. Di mana semakin terlarang atau misterius suatu konten, semakin besar keinginan orang untuk mengaksesnya.

Otak cenderung menilai sesuatu yang susah didapat sebagai “bernilai tinggi”, terutama jika ada kata “viral” dan durasinya “2 menit 31 detik”.

Konten seksual, apalagi yang melibatkan sosok remaja dan anak, memicu reaksi emosional kuat.

Baik karena kemarahan, rasa ingin tahu, maupun ekspektasi akan sensasi tertentu.

Judul Sensasional dan Clickbait

Banyak link menyebar dengan judul menggiurkan seperti “Full Video Andini Permata 2 Menit 31 Detik Tanpa Sensor”, “Link Asli Bocah dan Kakaknya”, hingga “Tonton Sebelum Dihapus”.

Penjahat siber memanfaatkan clickbait, yakni judul menggoda dan elemen urgent, untuk memancing klik.

Setelah diklik, korban dialihkan ke situs jebakan penuh malware, phishing, atau penipuan iklan .

Dilansir dari beyondtrust, ahli keamanan Morey J. Haber menyebut, link clickbait memanfaatkan dorongan emosional seperti rasa penasaran dan ketakutan, lalu menjebak korban dalam phishing

Kurangnya Literasi Digital

Kasus Andini Permata menguak fakta lain, rendahnya literasi digital masyarakat.

Masih banyak orang yang belum paham cara membedakan tautan asli dan palsu.

Apalagi jika tautan disamarkan dengan short link atau domain tiruan.

Malvertising dan SEO Poisoning

Tak hanya link fisik, video ini juga sering muncul di hasil pencarian palsu (SEO poisoning).

Iklan berbahaya (malvertising) pun menyebar lewat iklan palsu, bahkan tanpa perlu klik lebih jauh

Pengguna bisa langsung terinfeksi hanya dengan mengunjungi halaman tersebut.

Konten Asusila Masih Laku Keras

Di balik itu semua, realita pahit yang harus diakui. Bahwa konten seksual masih menjadi magnet trafik.

Situs atau akun yang menyebarkan konten sejenis tahu betul, selama embel-embel “video m*sum” disematkan, angka klik akan melesat.

Jangan Jadi Korban Selanjutnya

Gabungan rasa penasaran, Forbidden Fruit Effect , dan teknik clickbait membuat banyak orang mudah tertarik klik link video Andini Permata.

Padahal, risikonya besar. Mulai dari malware, phishing, hingga scam iklan atau ransomware.

Pencegahannya sejatinya cukup sederhana.

Yakni tetap skeptis terhadap link mencurigakan, aktifkan proteksi dasar, dan pahami motivasi di balik clickbait.

Lebih baik melewatkan rasa ingin tahu sesaat daripada menanggung risiko jangka panjang.

Selain itu, kasus semacam link palsu video viral Andini Permata ini harusnya juga jadi pengingat penting.

Mengakses konten ilegal berisiko dari sisi hukum hingga mengancam keamanan digital pengguna.

Data pribadi bisa dicuri, akun bisa diretas, bahkan bisa terkena jerat pidana jika menyebarluaskan konten pornografi anak.

Pakar menyarankan netizen untuk tidak ikut-ikutan menyebar link, apalagi menyimpan atau membagikan video yang belum jelas kebenarannya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #phising #Andini Permata #malware #Link video viral #video #Link Palsu #clickbait