Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sederet Aksi Ekstrem Kopral Bagyo yang Sulit Ditandingi Manusia Normal, Semangatnya Selalu Abadi

Syahaamah Fikria • Jumat, 18 Juli 2025 | 02:17 WIB
Kopral Bagyo aksi memutar Lapangan Monumen Monas (Monas) sambil memanggul batu di halaman Monas, Jakarta, Sabtu (6/7/2016).
Kopral Bagyo aksi memutar Lapangan Monumen Monas (Monas) sambil memanggul batu di halaman Monas, Jakarta, Sabtu (6/7/2016).

RADARSOLO.COM – Nama Kopral Partika Subagyo Lelono alias Kopral Bagyo memang tak pernah bisa dilupakan dari daftar prajurit TNI paling fenomenal yang pernah dimiliki Indonesia.

Dikenal bukan karena pangkat tinggi atau jabatan elite, namun lewat aksi-aksi ekstrem dan nyeleneh yang tak masuk akal bagi orang biasa.

Bahkan, sejumlah aksi ekstrem yang dilakukan penyabet medali emas Prajurit Terkuat TNI AD itu tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Pria asal Banyuwangi ini bergabung dengan TNI AD pada 1983 dan mengabdikan diri di Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Surakarta.

Namun, yang membuatnya benar-benar dikenal luas bukanlah masa dinas biasa, melainkan sederet aksi gila yang tak bisa ditiru sembarang orang.

Hingga tahun 2016, Kopral Bagyo setidaknya telah memecahkan 3 rekor MURI. Yakni dalam aksi push up selama 21 jam 40 menit, lari selama 24 jam dan mengitari pelataran Monas selama 25 jam

1. Push up 9.260 Kali hingga Koprol Ribuan Putaran

Pada 2006, dalam rangka memperingati Hari Juang TNI, Kopral Bagyo mencatatkan namanya di buku rekor MURI lewat aksi push up sepanjang 24 jam tanpa henti, total mencapai 9.260 kali.

Enam tahun kemudian, ia kembali membuat geger dengan koprol sebanyak 1.046 kali di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Solo.

Tak cukup dengan itu, dia juga pernah berlari keliling Pura Mangkunegaran selama 24 jam nonstop, hingga melakukan koprol keliling kota Jakarta dan Solo.

Yang istimewa, semua aksinya selalu membawa misi sosial.

Seperti kampanye antinarkoba, pembinaan mental prajurit, hingga pesan-pesan moral tentang persatuan bangsa.

2. Aksi OTT Versi Kopral Bagyo

Menjelang aksi 212 tahun 2016, Kopral Bagyo menggelar OTT yang bukan Operasi Tangkap Tangan ala KPK.

Melainkan “Operasi Tanda Tanya”. Sasarannya adalah tukang becak dan pengunjung Pasar Gede Solo.

Mereka yang "terjaring" diminta menghafal sila ketiga Pancasila sebagai pesan kuat untuk menjaga keutuhan NKRI.

Setelahnya, mereka diberi hadiah makanan tradisional seperti cenil.

“Dengan semangat Persatuan Indonesia, kita harus rukun. Berangkat aman, pulang aman,” ujar Kopral Bagyo kala itu.

Kopral Kepala Denpom Solo Partika Subagyo Lelono melakukan aksi jungkir balik mengelilingi air mancur Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (4/10/2016).
Kopral Kepala Denpom Solo Partika Subagyo Lelono melakukan aksi jungkir balik mengelilingi air mancur Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (4/10/2016).

3. Koprol dan 25 Jam Panggul Batu Keliling Monas

Pada 6 Juli 2013, Kopral Bagyo melakukan aksi ekstrem lainnya di Jakarta, dalam rangka memeriahkan HUT POM AD ke-70.

Dia melalukan aksi koprol di Monas sambil berpuasa, dengan medan beralaskan batu konblok, selama lebih dari 25 jam.

Dalam aksinya, Kopral Bagyo juga mengampanyekan bahaya narkoba.

Bahkan, ia sempat berniat melakukan aksi serupa di Menara Eiffel, Paris.

"Aku ingin sekali jungkir balik di Eiffel. Tapi rekor Monas harus dituntaskan dulu," katanya saat itu.

Masih di lokasi sama, Kopral Subagyo Lelono juga menggelar aksi memanggul batu memutari lapangan Monas selama 25 jam.

4. Koprol Keliling Stadion Manahan

Pada Februari 2016, ia menggebrak Solo dengan koprol keliling kolam Plaza Stadion Manahan

Dalam aksinya, dia juga mengibarkan bendera dan membawa poster berisi pesan tegas.

Yakni berisi "Jika prajurit terlibat narkoba dan LGBT, maka NKRI akan hancur."

"Kemarin melihat ada berita soal operasi penggrebekan kasus narkoba yang berhasil mengamankan beberapa anggota TNI dan Polri. Saya mendengar kasus itu sangat prihatin dan miris," kata dia kala itu.

Salah satu aksi Kopral Bagyo yang digelar di Solo.
Salah satu aksi Kopral Bagyo yang digelar di Solo.

5. 1412 Gerakan Ngawal Kopral Pensiun

Memasuki masa pensiunnya pada 14 Desember 2016, ia membuat gerakan bertajuk 1412: Gerakan Ngawal Kopral Pensiun.

Dengan membawa papan kayu bertuliskan pesan moral, ia berjalan dari markas Denpom Surakarta dan diiringi tukang becak, pedagang pasar, hingga warga biasa.

"Saya bangga pensiun sebagai kopral. Tapi lebih bangga bisa mengingatkan generasi muda agar jauhi narkoba dan cintai keluarga," ujarnya dalam aksi itu.

6. Jalan Jongkok, Gendong Batu, dan Push up Satu Jari

Beberapa aksi gila lainnya yang pernah dilakukan Kopral Bagyo antara lain:

 

Warisan Semangat Tak Terlupakan

Meski kini telah wafat, jejak inspirasi dan gila semangat Kopral Bagyo akan terus hidup.

Ia bukan hanya prajurit dengan fisik kuat, tetapi simbol kekuatan moral dan pengabdian tanpa batas, bahkan di luar seragam.

“Saya ini merasa diberi sedikit kelebihan oleh Tuhan dalam hal fisik. Bisa dibilang kalau orang biasa push up 20-30 capek, maka saya bisa lebih," kata Kopal Bagyo dalam wawancara dengan radarsolo.com tahun 2022 lalu.

"Tentu aksi berbahaya itu harus lewat proses latihan dan trik (siasat) untuk meminimalkan risiko yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Makanya saya bilang aksi-aksi saya ini tidak untuk ditiru oleh orang lain,” imbuh dia.

Ya, tidak semua manusia bisa meniru aksi-aksinya.

Tapi semangatnya untuk menanamkan nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan cinta tanah air akan terus menjadi warisan yang tak ternilai. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#Kopral Bagyo #prajurit TNI AD #push up #kabar duka #tni ad #rekor #muri #aksi ekstrem #monas