Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ahmad Luthfi Warning Jangan Ada Pemotongan Bantuan RTLH di Jateng: Tugas Adik-adik Mahasiswa Ikut Awasi

Syahaamah Fikria • Rabu, 23 Juli 2025 | 05:21 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat memberi arahan kepada 1.910 mahasiswa KKN Tematik RTLH di Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (21/7/2025).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat memberi arahan kepada 1.910 mahasiswa KKN Tematik RTLH di Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (21/7/2025).

RADARSOLO.COM– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan penegasan soal anggaran bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tak boleh dipotong siapa pun dengan alasan apapun.

Pada tahun 2025, Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan 17.000 unit RTLH dengan nilai total mencapai Rp340 miliar dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta per rumah, naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp15 juta.

“Begitu sampai masyarakat tidak Rp20 juta, laporkan saya. Akan saya cek dan saya laporkan ke polisi,” tegas Luthfi saat memberi arahan kepada 1.910 mahasiswa KKN Tematik RTLH di Universitas Muria Kudus (UMK), Selasa (21/7/2025).

Gubernur Luthfi juga meminta para mahasiswa peserta KKN untuk turut serta dalam mengawasi penyaluran bantuan RTLH di lapangan.

Jika ditemukan kejanggalan terkait praktik perbaikan RTLH, mahasiswa diminta segera melaporkan.

Selain dari Pemprov Jateng, program perbaikan RTLH juga dijalankan oleh kabupaten/kota, lembaga CSR, Baznas, hingga Bank Jateng.

Untuk Kabupaten Kudus, bantuan RTLH dialokasikan sebesar Rp15 juta per unit rumah.

“RTLH ini tidak hanya dilakukan pemerintah provinsi. Kabupaten juga melakukan, CSR melakukan, Baznas, Bank Jateng, dan lainnya,” jelas Luthfi.

Sementara itu, KKN Tematik RTLH dari mahasiswa UMK disebut sebagai upaya strategis untuk memastikan bantuan RTLH tepat sasaran dan bebas penyelewengan.

Luthfi menyebut mahasiswa sebagai agen pengawasan di lapangan.

“Itulah tugas adik-adik sekalian. Tugasnya cek, ricek, final cek. Hasilnya laporkan kepada kami,” pesannya.

Dalam dialog bersama mahasiswa, Gubernur Luthfi juga menanggapi pertanyaan dari Ulfa Khoirunnisa, mahasiswa Prodi Manajemen UMK, yang menemukan adanya perbedaan nominal bantuan RTLH saat survei di lokasi KKN.

Ulfa menyampaikan bahwa warga mengaku hanya menerima bantuan Rp15 juta, bukan Rp20 juta seperti yang disampaikan Gubernur Jateng.

Setelah diklarifikasi, ternyata informasi tersebut merujuk pada besaran bantuan RTLH tahun 2024, bukan alokasi tahun 2025.

“Saya ingin klarifikasi, waktu survei kemarin warga bilang bantuannya Rp15 juta. Ternyata itu nominal tahun lalu dari Pemprov dan Pemkab,” kata Nisa usai acara.

Ia pun mengapresiasi kehadiran dan penjelasan langsung dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang memberikan kejelasan serta arahan kepada mahasiswa agar tak terjadi penyelewengan dana RTLH di Jawa Tengah. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#gubernur jateng #KKN #Perbaikan RTLH #Ahmad Luthfi #rtlh #mahasiswa #anggaran perbaikan RTLH