Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

30 Ribu Apoteker di Jateng Tak Merata, Wagub Taj Yasin Minta IAI Turun ke Desa

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 26 Juli 2025 | 00:48 WIB
Wagub Jateng Taj Yasin hadiri Munas dan Kegiatan Ilmiah Tahunan Himpunan Seminat Farmasi Industri Ikatan Apoteker Indonesia 2025 di MG Setos Hotel, Semarang, Jumat (25/7/2025).
Wagub Jateng Taj Yasin hadiri Munas dan Kegiatan Ilmiah Tahunan Himpunan Seminat Farmasi Industri Ikatan Apoteker Indonesia 2025 di MG Setos Hotel, Semarang, Jumat (25/7/2025).

RADARSOLO.COM-Jumlah tenaga kefarmasian di Jawa Tengah kini telah mencapai lebih dari 30 ribu orang.

Namun, sebarannya masih belum merata, mayoritas terkonsentrasi di kawasan perkotaan.

Hal ini menjadi perhatian serius Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, atau yang akrab disapa Gus Yasin.

“Di Jawa Tengah, tenaga kefarmasian sudah lebih dari 30 ribu orang. Tapi sama seperti dokter spesialis, distribusinya belum merata, masih banyak di perkotaan,” ujar Gus Yasin saat membuka Musyawarah Nasional dan Kegiatan Ilmiah Tahunan Himpunan Seminat Farmasi Industri (Hisfarin) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2025 di MG Setos Hotel, Semarang, Jumat (25/7/2025).

Padahal, lanjutnya, kebutuhan akan apoteker hingga ke tingkat desa sangat penting.

Terutama untuk mendukung program layanan dokter spesialis keliling (Speling) yang aktif menjangkau masyarakat hingga ke sekolah, pesantren, kantor desa, bahkan rumah ibadah.

“Kehadiran dokter spesialis saja tidak cukup. Pelayanan obat yang cepat dan tepat juga menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.

Gus Yasin berharap IAI bisa ikut mengintegrasikan sistem layanan kefarmasian dengan rumah sakit, klinik, dan praktik dokter spesialis melalui digitalisasi alur pemberian resep.

Ia tak ingin masyarakat kesulitan mendapatkan obat karena kurangnya konektivitas antar layanan kesehatan.

“Apoteker harus terhubung dengan dokter dan fasilitas kesehatan lainnya. Jangan sampai pasien dapat resep tapi obatnya kosong. Harus ada solusi cepat,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan keinginannya membangun sistem layanan kesehatan yang efisien dan modern, setara dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

“Kita punya cita-cita besar. Tahun ini kita mulai, dua tahun lagi konektivitas antar rumah sakit dan apotek harus terwujud. Dengan semangat gotong royong dan dukungan apoteker, saya yakin ini bisa,” ujar Gus Yasin optimistis.

Baca Juga: Wagub Taj Yasin Salurkan 28 Ton Benih Padi untuk Petani Demak yang Terdampak Banjir dan Rob

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga mendorong IAI untuk terlibat aktif dalam mendampingi koperasi desa yang ingin membangun unit apotek, khususnya dalam menangani isu obat kedaluwarsa yang masih menjadi tantangan.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat IAI, Noffendri, menegaskan bahwa organisasinya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan, terutama di tingkat desa.

“Dalam pelayanan kesehatan, tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kolaborasi antara guru, dokter, perawat, bidan, dan apoteker,” ujar Noffendri.

Ia menyebut, IAI siap mendampingi koperasi yang tergabung dalam skema Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mengelola apotek secara profesional dan berkelanjutan.

“Bayangkan, koperasi yang baru berdiri harus langsung mengelola banyak kegiatan usaha. Itu tidak mudah. Karena itu, kami dari IAI punya tenaga-tenaga yang siap diajak bermitra untuk memberikan pendampingan, khususnya dalam pengelolaan apotek desa,” jelasnya.

Pendampingan ini diharapkan mampu menjadikan apotek desa sebagai bagian dari pelayanan kesehatan yang mandiri, profesional, dan juga berkontribusi pada ekonomi desa melalui koperasi. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#taj yasin #apoteker #IAI #wagub jateng