RADARSOLO.COM – Hasil penyelidikan Polda Metro Jaya mengarah pada kesimpulan bahwa kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan disebabkan tindakan mengakhiri hidup.
Namun demikian, pihak keluarga dengan tegas meyakini bahwa sang diplomat tidak melakukan bunuh diri.
Kakak ipar Arya Daru, Meta Bagus menyatakan keberatan keluarga terhadap kesimpulan polisi.
"Kami meyakini bahwa almarhum tidak seperti itu," kata Meta Bagus di Banguntapan, Bantul, DIY, Selasa (29/7/2025).
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah merilis hasil penyelidikan yang mengungkap temuan dari alat komunikasi Arya Daru.
Tim digital forensik menemukan dua segmen pengiriman email dari perangkat yang pernah digunakan Arya, yang menggambarkan adanya keinginan untuk akhiri hidup.
Menurut Ahli Digital Forensik Polri Ipda Saji Purwanto, email tersebut dikirim dari alamat daru_j@yahoo.com ke sebuah badan amal penyedia layanan dukungan bagi individu yang mengalami tekanan emosional dan putus asa.
Segmen pertama dikirim pada tahun 2013 (20 Juni - 20 Juli), dan segmen kedua pada tahun 2021 (24 September - 5 Oktober). Intinya sama, menceritakan tentang alasan ada keinginan untuk mengakhiri hidup.
Atas temuan itu, Bagus menolak berkomentar lebih jauh.
Menurut dia, konsultasi bisa saja dilakukan mengenai berbagai masalah yang tengah dihadapi.
"Namanya konsultasi ya mengenai berbagai macam hal terkait dengan materi apapun itu, saya rasa itu kan merupakan hal pribadi ya. Jadi saya tidak bisa mengomentari ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, Bagus menegaskan bahwa selama hidupnya, Arya Daru Pangayunan tak pernah bercerita mengenai beban kerja yang mengarah atau memicu depresi kepada pihak keluarga.
Ini menjadi salah satu alasan kuat keyakinan keluarga bahwa kematian Arya bukan disebabkan oleh upaya mengakhiri hidup. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria