RADARSOLO.COM - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, warganet dihebohkan dengan fenomena pengibaran bendera bajak laut Topi Jerami dari anime One Piece di berbagai sudut Indonesia.
Bendera yang dikenal sebagai Jolly Roger itu bahkan dikibarkan berdampingan dengan bendera Merah Putih oleh sejumlah penggemar.
Jolly Roger adalah simbol khas kelompok bajak laut Topi Jerami yang dipimpin tokoh utama Monkey D. Luffy dalam serial One Piece.
Berbentuk tengkorak bertopi jerami dengan tulang bersilang, simbol ini telah menjadi ikon
global yang mewakili semangat kebebasan, persahabatan, dan perlawanan terhadap tirani.
Dikutip dari onepiece.fandom.com, bendera Jolly Roger tak hanya berfungsi sebagai tanda bahaya, tetapi juga menyimbolkan perjuangan personal melawan penindasan, termasuk sebagai bentuk kritik terhadap kekuasaan absolut seperti Pemerintah Dunia dalam alur cerita One Piece.
Pernah Dipakai Gibran Saat Kampanye Pilpres
Fenomena ini bukan kali pertama simbol Jolly Roger muncul dalam konteks nasional.
Pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat menggunakan pin Jolly Roger di dada kirinya saat mengunjungi rumah Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, 21 Januari 2024 lalu.
Kala itu, Gibran mengenakan kemeja biru langit dengan pin kecil bergambar tengkorak bertopi jerami, yang langsung mencuri perhatian warganet dan memunculkan beragam interpretasi.
DPR: Jangan Terprovokasi, Merah Putih Tetap Satu-Satunya Bendera Resmi
Namun, seiring makin masifnya pengibaran Jolly Roger menjelang HUT RI, muncul pula kekhawatiran dari kalangan elite politik.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut pihaknya menerima laporan dari sejumlah lembaga intelijen soal adanya indikasi gerakan sistematis di balik simbol-simbol tersebut.
"Kita juga mendapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan dan intelijen, bahwa memang ada upaya-upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Kamis malam (31/7/2025).
Meski begitu, Dasco menegaskan bahwa penggemar One Piece tidak boleh didiskreditkan, selama mereka tetap menjunjung nilai-nilai kebangsaan dan memahami batasan simbol negara.
"Pada 17 Agustus, bendera Merah Putih tetap satu-satunya simbol nasional yang dikibarkan. Hal ini sudah jelas dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Mari kita rayakan kemerdekaan dengan semangat persatuan dan kebangsaan,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan gerakan atau simbol-simbol yang bisa memecah belah bangsa, serta menjaga semangat solidaritas nasional.
Jolly Roger dan Anak Muda: Simbol Perlawanan atau Kreativitas?
Pengibaran simbol Jolly Roger dalam momen kemerdekaan memunculkan diskursus publik: apakah ini bentuk ekspresi kebudayaan generasi muda, atau justru dapat ditafsirkan sebagai gerakan kontra-nasionalisme?
Di media sosial, tak sedikit yang menganggap pengibaran Jolly Roger hanya sebagai bagian dari kreativitas fandom One Piece, tanpa niatan politis.
Namun di sisi lain, kehadiran simbol asing dalam ruang perayaan kenegaraan tetap mengundang perhatian dan perlu dikaji konteksnya secara bijak.
Editor : Nur Pramudito