RADARSOLO.COM - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. resmi mengangkat Henry Panjaitan sebagai Wakil Direktur Utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Senin, 4 Agustus 2025.
Henry menggantikan Riduan, yang pada hari yang sama diangkat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri.
Corporate Secretary Bank Mandiri, M. Ashidiq Iswara, mengatakan bahwa penyegaran jajaran direksi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
"Untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan sinergi antarfungsi, serta mempercepat pengambilan keputusan strategis guna mendukung transformasi bisnis dan berkontribusi pada penguatan ekonomi berbasis kerakyatan," ujar Ashidiq dalam keterangannya.
Profil Henry Panjaitan
Mengutip Laporan Tahunan 2024 PT Jamkrindo, Henry Panjaitan lahir di Jakarta, 7 Juli 1969.
Ia meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Padjadjaran (1991), kemudian melanjutkan studi S2 Banking di University of New South Wales (UNSW), Inggris pada 2002, dan S2 Manajemen Keuangan dari Universitas Indonesia pada 2003.
Kariernya di dunia perbankan terbilang panjang dan beragam, khususnya di lingkungan Bank Negara Indonesia (BNI), di mana ia menduduki sejumlah posisi strategis sejak 2003, mulai dari divisi investasi hingga internasional.
Beberapa posisi penting yang pernah dijabat Henry antara lain:
-
General Manager BNI Hong Kong (2010–2015)
-
Head of Business & Banking BNI Wilayah Jakarta Senayan (2015–2016)
-
Pemimpin Wilayah Jakarta BSD dan Senayan
-
Direktur Treasury dan International BNI (2020–2022)
Kemudian pada 27 Oktober 2022, Henry diangkat sebagai Direktur Bisnis Penjaminan di PT Jamkrindo, melalui keputusan resmi Kementerian BUMN.
Harta Kekayaan Henry Panjaitan Tembus Rp53,7 Miliar
Berdasarkan laporan e-LHKPN tahun pelaporan 2024 yang diakses melalui situs KPK, total kekayaan Henry Panjaitan tercatat sebesar Rp53.776.010.732.
Laporan itu disampaikan pada 19 Maret 2025 saat ia menjabat Direktur Jamkrindo.
Berikut rincian kekayaannya:
-
Tanah dan bangunan: Rp29.829.375.000
-
Alat transportasi dan mesin: Rp4.875.000.090
-
Harta bergerak lainnya: Rp355.000.000
-
Surat berharga: Rp10.104.364.678
-
Kas dan setara kas: Rp10.612.270.964
-
Utang: Rp2.000.000.000
Aset properti Henry tersebar di Jakarta Selatan, Tabanan, dan Gianyar, dengan luas bervariasi antara 270 m² hingga 2.050 m².
Untuk kendaraan, Henry mengoleksi delapan unit yang seluruhnya berasal dari hasil sendiri, termasuk:
-
Jeep Wrangler (2013) – Rp700 juta
-
BMW R90T (2019) – Rp625 juta
-
Mercedes Benz E250 (2015) – Rp850 juta
-
Mercedes Benz C250 (2017) – Rp650 juta
-
Harley Davidson Fatboy (2021) – Rp750 juta
-
Jeep Cherokee (1999) – Rp300 juta
-
Mercedes Benz G280 (1987) – Rp500 juta
-
Mercedes Benz G280 (1886) – Rp500 juta