Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral Curhat Gus Kautsar, Santri yang Dianggap Anak Sendiri Tega Catut Namanya untuk Penipuan: Bupati Kediri Ikut Jadi Korban

Syahaamah Fikria • Kamis, 7 Agustus 2025 | 03:50 WIB
KH Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar.
KH Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar.

RADARSOLO.COM – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, membuka fakta mengejutkan dalam sebuah acara pengajian.

Ia mengaku menjadi korban pencatutan nama untuk aksi penipuan yang telah merugikan banyak pihak hingga ratusan juta rupiah.

Kisah ini semakin memilukan karena pelaku penipuan tersebut ternyata adalah santri yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.

Pengakuan ini disampaikan Gus Kautsar di hadapan ribuan jamaah, dan videonya pun viral di media sosial.

Ia mengungkapkan rasa malu yang mendalam, terutama setelah mengetahui salah satu korbannya adalah Bupati Kediri.

"Saya ini baru saja diberi cobaan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala," ujar Gus Kautsar, mengawali ceritanya yang dilansir dari kanal YouTube Santri Salaf, Minggu (3/8/2025).

Menjual Nama Hingga Minta iPhone dan Uang Visa

Gus Kautsar menjelaskan bahwa penipuan ini bermula dari kebiasaannya yang jarang bisa memenuhi semua undangan pengajian umum.

Ia selalu menekankan kepada para pengundang bahwa kehadirannya hanya sekitar 5-10 persen, karena hukumnya sunnah.

Situasi ini dimanfaatkan oleh santri yang disebutnya "tidak amanah" untuk menjalankan aksi liciknya.

Pelaku menggunakan nama Gus Kautsar untuk menipu dengan berbagai dalih.

Modusnya bervariasi, mulai dari meminta uang muka (DP) hingga barang mewah.

Salah satu korban bahkan melaporkan bahwa pelaku meminta puluhan juta rupiah dan sebuah iPhone 16 agar Gus Kautsar bersedia hadir di sebuah acara di Hong Kong.

"Ada yang lapor mengatakan kalau saya tidak mau datang kalau enggak dikasih DP sekian puluhan juta dan saya harus dibelikan iPhone 16," kata Gus Kautsar.

Gus Kautsar dengan tegas membantah hal ini, bahkan menyebut dirinya sudah memiliki ponsel tersebut jauh sebelum seri itu masuk ke Indonesia.

Modus serupa juga digunakan untuk acara di Korea.

Pelaku meminta uang hingga puluhan juta rupiah dengan alasan Gus Kautsar kekurangan dana untuk mengurus visa.

"Korbannya rugi Rp30 juta, Rp25 juta," sebut Gus Kautsar, menggambarkan kerugian yang dialami para korban.

Rasa malu Gus Kautsar semakin besar karena pelaku adalah orang yang sudah ia percaya dan dampingi selama lebih dari 11 tahun.

Apalagi aksi penipuan tersebut juga memakan korban tokoh-tokoh penting. Salah satunya Bupati Kediri.

"Saya malu banget, apalagi di antara korbannya ada Bupati Kediri," kata dia.

Penipuan ini tidak hanya menargetkan para pengundang, tapi juga uang sumbangan yang diberikan jamaah untuk kegiatan rutin.

Gus Kautsar bahkan baru menyadari bahwa sumbangan yang disalurkan oleh jamaah selama ini cukup besar.

Namun, dia tidak pernah mengetahui dan menerima uang senilai jutaan rupiah itu.

"Ternyata sumbangan yang masuk ketika rutinan itu juga jutaan," ungkapnya.

Merasa bahwa kejadian ini adalah juga tanggung jawabnya, Gus Kautsar secara terbuka meminta maaf kepada semua pihak yang dirugikan.

Ia bahkan mempersilakan siapa saja yang merasa dirugikan untuk menagih langsung kepadanya.

"Ini saya juga minta maaf kepada semuanya, kalau bisa diikhlaskan ya diikhlaskan. Tapi, kalau gak bisa ya silakan gak papa Anda bisa tagih itu, tidak usah khawatir," ujarnya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#penipuan #viral #gus kautsar #santri #bupati kediri