RADARSOLO.COM – Film animasi Merah Putih: One for All telah memicu perdebatan sengit di media sosial, terutama setelah kualitas visual, poster, judul hingga alur ceritanya menuai kritik tajam.
Di balik kontroversi ini, ada satu nama yang menjadi sorotan publik.
Yakni Sonny Pudjisasono, sosok produser eksekutif film animasi yang disebut-sebut seharga Rp 6,7 miliar itu.
"Film garapan Endiarto dan Bintang ini berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga 6,7 miliar rupiah, seperti yang diutarakan Produser Eksekutif Sonny Pudjisasono, " tulis akun Instagram @movreview dalam unggahannya.
Film yang digarap Perfiki Kreasindo itu direncanakan bakal tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025, untuk menyambut HUT ke-80 RI.
"Dengan tema keberagaman Indonesia, film animasinya dinilai menggugah jiwa, sarat nilai persatuan, persahabatan, dan semangat cinta nasionalisme anak-anak Indonesia masa kini," imbuh akun itu.
Dengan segala kontroversi dan kritikan tajam atas film animasi itu, siapa sebenarnya Sonny Pudjisasono?
Profil Sonny Pudjisasono
Sonny Pudjisasono bukanlah nama baru di industri film Indonesia.
Ia memiliki jejak karier yang panjang dan unik, dimulai dari pengusaha layar tancap atau bioskop keliling sejak tahun 1977. Karier ini ia jalani selama puluhan tahun hingga 2022.
Saat ini, Sonny Pudjisasono menjabat sebagai Direktur Utama Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, sebuah institusi swasta yang bergerak dalam pengembangan industri film nasional.
Selain itu, ia juga merupakan Ketua Umum Perfiki Kreasindo, perusahaan yang memproduksi film Merah Putih: One for All.
Berdasarkan penelusuran, Sonny menempuh pendidikan S1 Universitas Bayangkara Surabaya, lulus pada tahun 2009 dengan gelar Sarjana Hukum (SH).
Sonny Pudjisasono juga sempat menjajal dunia politik.
Pada tahun 2002, ia aktif sebagai kader Partai Buruh, bahkan pernah menduduki posisi ketua umum.
Ia juga pernah mencoba peruntungan sebagai calon legislatif (caleg) DPR RI dari daerah pemilihan Papua Tengah I.
Dalam profilnya, dia memiliki program memperjuangkan kedaulatan rakyat.
Namun, dia gagal melaju ke Senayan.
Berikut ini adalah riwayat pekerjaan Sonny Pudjisasono:
- Direktur Usaha Pertunjukan Film Keliling Ind. (1977-2022)
- Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (2012-2022)
- Pemimpin Umum Dekandidat Centre (2014-2022)
- Stackholder Badan Perfilman Indonesia (2014-2022)
- Komisaris Utama Midessa Sasono Picture (2015-2022)
- Direktur Perfiki Law Firm (2019-2022)
Editor : Syahaamah Fikria