RADARSOLO.COM - Di tengah kontroversi film animasi Merah Putih: One for All, muncul sosok yang disebut-sebut sebagai sang animator, memberikan pengakuan mengejutkan.
Hal itu terungkap dari akun X @Ando******, yang memosting potongan-potongan chat seseorang bernama Bintang Takari.
Bintang Takari diketahui merupakan animator film Merah Putih: One for All. Namanya juga tercantum dalam poster film yang telah banyak beredar.
"Fakta menarik seputar film Merah Putih: One For All dari animator-nya sendiri, Bintang Takari. Dia bilang budget film ini aslinya sekitar Rp 1 juta doang," cuit akun itu, sembari membagikan potongan chat Bintang Takari.
Dalam chat tersebut, Bintang Takari mengungkapkan budget pembuatan Merah Putih: One for All, yang dia sebut hanya Rp1 juta.
Biaya itu pun bukan untuk membayar teknis produksi. Melainkan untuk mentraktir para pengisi suara.
"Berapa budget bikin film ini? Mungkin sekitar Rp1 juta! buat nraktirin anak-anak pengisi suara di warteg," demikian tulis Bintang Akari.
Lebih lanjut, dia pun mengatakan jika film itu benar-benar dia buat sendiri.
Modal pembuatan film itu juga tidak meminta bantuan sponsor siapa pun, termasuk pemerintah.
"Benar, film ini saya buat sendiri. Dengan modal cuman segiru, saya nggak mau ribet minta bantuan sponsor--apalagi minta dana ke pemerintah!" kata dia.
Hingga kini, belum ada klarifikasi maupun penjelasan lebih lanjut dari Perfiki Kreasindo, terkait pengakuan dari sang animator.
Namun, pengakuan itu kian membuat heboh netizen, yang belakangan terus mengkritik film Merah Putih: One for All.
Ya, sejak trailer-nya dirilis, film yang bakal ditayangkan di bioskop pada 14 Agustus 2025 itu langsung banjir kritik.
Kritikan tajam dilontarkan, mulai dari kualitas visual hingga pemilihan judul yang dinilai kontroversial.
Selain itu, anggaran produksi film yang disebut-sebut senilai Rp 6,7 miliar juga ikut disorot. Terutama soal sumber dana tersebut.
"Satu juta buat bayar bawahan, itupun kepotong traktir mam warteg. Petingginya mah gw curiga nerima yang M M an itu," komen @Bed******.
"Kalo budgetnya kecil dan kualitasnya burik gak usah maksa tayang di bioskop, sadar diri itu perlu," kata @_ur******.
"Kalo emang bener budget "resmi" nya 6,7 miliar tapi ternyata cuma 1 juta ini beneran kebangetan," tulis @vin******. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria